maternal and fetal health
Matters Requiring Attention in Early Pregnancy:
Eat 1-2 dishes more nutritious foods in a day-especially if you're skinny, eat more vegetables and fruit, side dishes - red meat, chicken, eggs, fish, peas and beans every day.
Check regularly to pregnancy midwife or other health care workers.
Drinking from the midwife iron supplements every day to prevent bleeding during childbirth.
Receive an injection of TT 2 times during pregnancy
Using iodized salt in food every day for fetal health.
Keep doing everyday activities and exercise regularly, but take care not too tired.
The things that must be avoided For Fetal Health
Working too hard and not getting enough rest.
Indiscriminate medicine unless a doctor's prescription.
Abdominal massage.
Being around children with measles or German measles.
Smoke
Drinking alcoholic beverages
Working with and inhaling pesticides, herbicides or other chemicals.
Eating too little with monotonous menus, no food should be avoided throughout pregnancy.
First Aid Instructions To overcome the problem Lightweight During Pregnancy
Nausea or vomiting, try eating small portions but regularly although no appetite. If it still continues, the midwife may be able to give medication.
Burned-heat or in the stomach or chest cavity (stomach acid, and breathing difficulty) - Eating foods in small portions until they run out and drink lots air.Bidan might give the drug.
Rest swollen legs with her feet up for a couple of times a day. Eat regularly and less salty foods such as instant noodles tiggi. If the foot is very swollen, followed by swelling of the hands and face, immediately go for treatment.
Back Pain: It could be overcome through sports and the attitude of sitting and standing upright.
Too skinny, pale, and weak: Eat more along with side dishes such as peas, beans, chicken, milk, eggs, red meat, fish and dark green vegetables. Drinking iron capsules daily.
Constipation: Drink plenty of water, approximately 6-8 cups a day. Eat plenty of fruits, vegetables, and sweet. Many sports
Early Pregnancy danger signs
Bleeding: Lie still and call officers kesehatan.Jika bleeding occurred in the late-pregnancy after six months, immediately went to the Hospital
Acute Anemia: Feeling increasingly weak, tired quickly, and looked pale; should ask iron capsules to the health worker. Better to give birth in hospitals because of the high risk of bleeding.
Swollen feet in the last three months of pregnancy with symptoms of swollen hands, face, dizziness prolonged, or pengelihatannya be disturbed; can become serious problems-could be affected by toxemia or poisoning kehamilan.Segera went to health officials. If indeed suffer pregnancy toxemia, it is important to:
complete bed rest
Eat a healthy diet
If there is no change in symptoms, is still experiencing vision problems, swollen face and foaming at the mouth (symptoms of epilepsy), immediately went to the hospital, or they could die.
Friday, June 18, 2010
HEMODIALISA
HEMODIALISA
Hemodialisa adalah suatu teknologi tinggi sebagai terapi pengganti fungsi ginjal untuk mengeluarkan
sisa-sisa metabolisme atau racun tertentu dari peredaran darah manusia seperti air, natrium, kalium,
hydrogen, urea, kreatinin, asam urat, dan zat-zat lain melalui membran semi permeable sebagai pemisah
darah dan cairan dialisat pada ginjal buatan dimana terjadi proses difusi, osmosis dan ultra filtrasi.
PERAWATAN HEMODIALISA
1.PERAWATAN SEBELUM HEMODIALISIS (PRA HD)
Persiapan mesin
Listrik
Air (sudah melalui pengolahan)
Saluran pembuangan
Dialisat (proportioning sistim, batch sistim)
Persiapan peralatan + obat-obatan
Dialyzer/ Ginjal buatan (GB)
AV Blood line
AV fistula/abocath
Infuse set
Spuit : 50 cc, 5 cc, dll ; insulin
Heparin inj
Xylocain (anestesi local)
NaCl 0,90 %
Kain kasa/ Gaas steril
Duk steril
Sarung tangan steril
Bak kecil steril
Mangkuk kecil steril
Klem
Plester
Desinfektan (alcohol + bethadine)
Gelas ukur (mat kan)
Timbangan BB
Formulir hemodialisis
Sirkulasi darah
Cuci tangan
Letakkan GB pada holder, dengan posisi merah diatas
Hubungkan ujung putih pada ABL dengan GB ujung merah
Hubungkan ujung putih VBL dengan GB ujung biru, ujung biru VBL dihubungkan dengan alat penampung/ mat-kan
Letakkan posisi GB terbalik, yaitu yang tanda merah dibawah, biru diatas
Gantungkan NaCl 0,9 % (2-3 kolf)
Pasang infus set pada kolf NaCl
Hubungkan ujung infus set dengan ujung merah ABL atau tempat khusus
Tutup semua klem yang ada pada slang ABL, VBL, (untuk hubungan tekanan arteri, tekanan vena, pemberian obat-obatan)
Buka klem ujung dari ABL, VBL dan infus set
Jalankan Qb dengan kecepatan kurang lebih 100 ml/m
Udara yang ada dalam GB harus hilang (sampai bebeas udara) dengan cara menekan-nekan VBL
Air trap/Bubble trap diisi 2/3-3/4 bagian
Setiap kolf NaCl sesudah/ hendak mengganti kolf baru Qb dimatikan
Setelah udara dalam GB habis, hubungkan ujung ABL dengan ujung VBL, klem tetap dilepas
Masukkan heparin dalam sirkulasi darah sebanyak 1500-2000 U
Ganti kolf NaCl dengan yang baru yang telah diberi heparin 500 U dan klem infus dibuka
Jalankan sirkulasi darah + soaking (melembabkan GB) selama 10-15 menit sebelu dihubungkan dengan sirkulasi sistemik (pasien)
CATATAN !!!!
PERSIAPAN SIRKULASI
Rinsing/Membilas GB + VBL + ABL
Priming/ mengisi GB + VBL + ABL
Soaking/ melembabkan GB.
Volume priming : darah yang berada dalam sirkulasi (ABL + GB + VBL )
Cara menghitung volume priming :
Σ NaCl yang dipakai membilas dikurangi jumlah NaCl yang ada didalam mat kan (gelas tampung/ ukur)
Contoh :
∑ NaCl yang dipakai membilas : 1000 cc
∑ NaCl yang ada didalam mat kan : 750 cc
Jadi volume priming : 1000 cc – 750 cc = 250 cc
Cara melembabkan (soaking) GB Yaitu dengan menghubungkan GB dengan sirkulasi dialisat
Bila mempergunakan dialyzer reuse / pemakaian GB ulang :
Buang formalin dari kompartemen darah dan kompartemen dialisat
Hubungkan dialyzer dengan selang dialisat Biarkan kurang lebih 15 menit pada posisi rinse
Test formalin dengan tablet clinitest :
Tampung cairan yang keluar dari dialyzer atau drain
Ambil cairan 10 tts (1/2 cc), masukkan ke dalam tabung gelas, masukkan 1 tablet clinitest ke dalam tabung gelas yang sudah berisi cairan
Lihat reaksi :
Warna biru : – / negatif
Warna hijau : + / positif
Warna kuning : + / positif
Warna coklat : +/ positif
Selanjutnya mengisi GB sesuai dengan cara mengisi GB baru
Persiapan pasien
1.Persiapan mental
2.Izin hemodialisis
3.Persiapan fisik :Timbang BB, Posisi, Observasi KU (ukur TTV)
2.PERAWATAN SELAMA HEMODIALISIS (INTRA HD)
Pasien
Sarana hubungan sirkulasi/ akses sirkulasi :
Dengan internal A-V shunt/ fistula cimino
Pasien sebelumnya dianjurkan cuci lengan & tangan
Teknik aseptic + antiseptic : bethadine + alcohol
Anestesi local (lidocain inj, procain inj)
Punksi vena (outlet). Dengan AV fistula no G.14 s/d G.16/ abocath, fiksasi, tutup dengan kasa steril
Berikan bolus heparin inj (dosis awal)
Punksi inlet (fistula), fiksasi, tutup dengan kassa steril
Dengan eksternal A-V shunt (Schibner)
Desinfektan
Klem kanula arteri & vena
Bolus heparin inj (dosis awal)
Tanpa 1 & 2 (femora dll)
Desinfektan
Anestesi local
Punksi outlet/ vena (salah satu vena yang besar, biasanya di lengan).
Bolus heparin inj (dosis awal)
Fiksasi, tutup kassa steril
Punksi inlet (vena/ arteri femoralis)
Raba arteri femoralis
Tekan arteri femoralis
Vena femoralis 0,5 – 1 cm ke arah medial
Anestesi lokal (infiltrasi anetesi)
Vena femoralis dipunksi setelah anestesi lokal 3-5 menit
Fiksasi
Tutup dengan kassa steril
Memulai hemodialisis
1.Ujung ABL line dihubungkan dengan punksi inlet
2.Ujung VBL line dihubungkan dengan punksi outlet
3.Semua klem dibuka, kecuali klem infus set
4.Jalankan pompa darah (blood pump) dengan Qb 100 ml/m, sampai sirkulasi darah terisi darah semua.
5.Pompa darah (blood pump stop, sambungkan ujung dari VBL dengan punksi outlet
6.Fiksasi ABL & VBL (sehingga pasien tidak sulit untuk bergerak)
7.cairan priming diampung di gelas ukur dan jumlahnya dicatat (cairan dikeluarkan sesuai kebutuhan).
8.Jalankan pompa darah dengan Qb = 100 ml/m, setelah 15 menit bisa dinaikkan sampai 300 ml/m (dilihat dari keadaan pasien)
9.Hubungkan selang-selang untuk monitor : venous pressure, arteri pressure, hidupkan air/ blood leak detector
10.Pompa heparin dijalankan (dosis heparin sesuai keperluan). Heparin dilarutkan dengan NaCl
11.Ukur TD, Nadi setiap 1 jam. Bila keadaan pasien tidak baik/ lemah lakukan mengukur TD, N, lebih sering.
12.Isi formulir HD antara lain : Nama, Umur, BB, TD, S, N, P, Tipe GB, Cairan priming yang masuk, makan/minum, keluhan selama HD, masalah selama HD.
CATATAN !!!!
1.Permulaan HD posisi dialyzer terbalik setelah dialyzer bebas udara posisi kembalikan ke posisi sebenarnya.
2.Pada waktu menghubungkan venous line dengan punksi outlet, udara harus diamankan lebih dulu
3.Semua sambungan dikencangkan
4.Tempat-tempat punksi harus harus sering dikontrol, untuk menghindari terjadi perdarahan dari tempat punksi.
Mesin
Memprogram mesin hemodialisis :
1.Qb : 200 – 300 ml/m
2.Qd : 300 – 500 ml/m
3.Temperatur : 36-400C
4.TMP. UFR
5.Heparinisasi
Tekanan (+) /venous pressure
Trans Membran Pressure / TMP Tekanan (-) / dialysate pressure
Tekanan (+) + tekanan (-)
Tekanan / pressure :
Arterial pressure / tekanan arteri : banyaknya darah yang keluar dari tubuh
Venous pressure / tekanan vena : lancar/ tidak darah yang masuk ke dalam.
Heparinisasi
Dosis heparin :
Dosis awal : 25 – 50 U/kg BB
Dosis selanjutnya (maintenance) = 500 – 1000 U/kg BB
Cara memberikan
Kontinus
Intermiten (biasa diberikan tiap 1 jam sampai 1 jam terakhir sebelum HD selesai)
Heparinisasi umum
Kontinus :
Dosis awal : ……. U
Dosis selanjutnya : …… U
Intermitten :
Dosis awal : …… U
Dosis selanjutnya : ……. U
Heparinisasi regional
Dosis awal : …… U
Dosis selanjutnya : ….. U
Protamin : …. U
Heparin : protamin = 100 U : 1 mg
Heparin & protamin dilarutkan dengan NaCl.
Heparin diberikan/ dipasang pada selang sebelum dializer.
Protamin diberikan/ dipasang pada selang sebelum masuk ke tubuh/ VBL.
Heparinisasi minimal
Syarat-syarat :
Dialyzer khusus (kalau ada).
Qb tinggi (250 – 300 ml/m)
Dosis heparin : 500 U (pada sirkulasi darah).
Bilas dengan NaCl setiap : ½ – 1 jam
Banyaknya NaCl yang masuk harus dihitung
Jumlahnya NaCl yang masuk harus dikeluarkan dari tubuh, bisa dimasukkan ke dalam program ultrafiltrasi
CATATAN
Dosis awal : diberikan pada waktu punksi : sirkulasi sistem
Dosis selanjutnya: diberikan dengan sirkulasi (maintenance) ekstra korporeal.
PENGAMATAN OBSERVASI, MONITOR SELAMA HEMODIALISA
1.PASIEN
KU pasien
TTV
Perdarahan
Tempat punksi inlet, outlet
Keluhan/ komplikasi hemodialisis
2.MESIN & PERALATAN
Qb
Qd
Temperature
Koduktiviti
Pressure/ tekanan : arterial, venous, dialysate, UFR
Air leak & Blood leak
Heparinisasi
Sirkulasi ekstra corporeal
Sambungan-sambungan
CATATAN :
Obat menaikkan TD ( tu. pend hipotensi berat) : Efedrin 1 ampul + 10 cc aquadest kmd disuntik 2 ml/IV
3.PERAWATAN SESUDAH HEMODIALISIS (POST HD)
Mengakhiri HD
-Persiapan alat :
-Kain kasa/ gaas steril
-Plester
-Verband gulung
-Alkohol/ bethadine
-Antibiotik powder (nebacetin/ cicatrin)
-Bantal pasir (1-1/2 keram) : pada punksi femoral
Cara bekerja
1.5 menit sebelum hemodialisis berakhir Qb diturunkan sekitar 100cc/m UFR = 0
2.Ukur TD, nadi
3.Blood pump stop
4.Ujung ABL diklem, jarum inlet dicabut , bekas punksi inlet ditekan dengan kassa steril yang diberi betadine.
5.Hubungkan ujung abl dengan infus set
6.Darah dimasukkan ke dalam tubuh dengan do dorong dengan nacl sambil qb dijalankan 100 ml/m (NaCl masuk : 50 – 100 cc)
7.Setelah darah masuk ke tubuh Blood pump stop, ujun VBL diklem.
8.Jarum outlet dicabut, bekas punksi inlet & outlet ditekan dengan kassa steril yang diberi bethadine
9.Bila perdarahan pada punksi sudah berhenti, bubuhi bekas punksi inlet & outlet dengan antibiotik powder, lalu tutup dengan kain kassa/band aid lalu pasang verband.
10.Ukur TTV : TD. N, S, P
11.Timbang BB (kalau memungkinkan)
12.Isi formulir hemodialisis
CATATAN :
1.Cairan pendorong/ pembilas (NaCl) sesuai dengan kebutuhan , kalau perlu di dorong dengan udara ( harus hati-hati)
2.Penekanan bekas punksi dengan 3 jari sekitar 10 menit
3.Bekas punksi femoral lebih lama, setelah perdarahan berhenti, ditekan kembali dengan bantal pasir
4.Bekas punksi arteri penekanan harus tepat, lebih lama
5.Memakai teknik aseptik dan antiseptik
SCRIBNER
1.Pakai sarung tangan
2.Sebelum ABL & VBL dilepas dari kanula maka kanula arteri & kanula vena harus diklem lebih dulu
3.kanula arteri & vena dibilas dengan NaCl yang diberi 2500 U – 300 U heparin inj
4.Kedua sisi kanula dihubungkan kembali dengan konektor
5.Lepas klem pada kedua kanula
6.Fiksasi
7.Pasang balutan dengan sedikit kanula bisa dilihat dari luar, untuk mengetahui ada bekuan atau tidak.
ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN HEMODIALISIS
Pada pasien yang baru pertama kali hemodialisis, jika kondisi pasien memungkinkan, pasien diorientasikan pada ruangan paviliun II dan alat-alat yang ada. Selain itu pasien diberikan penjelasan ringkas tentang prosedur yang akan dijalankan, prinsip hemodialisis, diet, pembatasan cairan, perawatan cimino, hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama hemodialisis dan efek dari hemodialisis.
Pada pre hemodialisis, kegiatan perawatan meliputi : menghidupkan mesin, meyediakan alat-alat, memasang alat pada mesin, sirkulasi cairan NaCl pada mesin, mengawasi penimbangan berat badan pasien, mengukur suhu badan, mengukur tekanan darah dan menghitung denyut nadi.
Pada tahap pemasangan alat dan selama pemasangan, kegiatannya meliputi : desinfeksi daerah penusukan, pemberian anestesi lokal (kalau perlu), penusukan jarum, pemasukan heparin (bolus), selanjutnya menyambung jarum pada arteri blood line. Lalu menekan tombol BFR, membuka klem venous dan arteri blood line, memprogram penurunan berat badan, waktu pelaksanaan, venous pressure, kecepatan aliran heparin dan UFR. Kemudian menghubungkan heparin contnous ke sirkulasi, monitoring pernafasan, makan dan minum, pengaturan posisi tubuh, monitoring alat-alat dan kelancaran sirkulasi darah, mengukur tekanan darah dan menciptakan suasana ruangan untuk mengisi kegiatan pasien selama hemodialisis berlangsung.
Pada tahap penghentian hemodialisis meliputi : penghentian aliran darah, mencabut jarum inlet dan menekan bekas tusukan sambil menunggu sampai aliran darah pada venous blood line habis. Langkah selanjutnya adalah mencabut jarum out line dan menekan bekas tusukan, mengganti gaas bethadine dan fiksasi dengan plester. Setelah penghentian hemodialisis, dilakukan pengukuran tekanan darah, mengukur suhu, mengawasi penimbangan berat badan, membereskan alat-alat dan dilanjutkan dengan desinfeksi alat.
Semua kegiatan baik pada tahap pre hemodialisis selama pemasangan dan penghentian hemodialisis dilakukan oleh perawat kecuali penimbangan berat badan dan minum yang pada beberapa pasien dilakukan sendiri. Disamping itu beberapa pasien telah dapat melaporkan pada perawat apabila ada ketidakberesan pada mesin atau akses vaskular, setelah mencoba mengatasi sendiri.
Sistem pencatatan dan pelaporan yang dijalankan dalam bentuk lembaran observasi pasien yang berisi tentang : TTV sebelum atau selama dan sesudah HD, BB sebelum dan sesudah HD, dosis heparin, program penurunan BB , priming dan keluhan pasien setelah HD.
Pembuatan rencana perawatan pasien sudah berjalan dimana dalam pengkajian meliputi data fisik dan psikososial. Data psikososial yang dikaji sebatas pada adanya rasa cemas dan bosan. Intervensi keperawatan yang dilakukan mengarah kepada pemberian bantuan sepenuhnya. Hal ini dapat terlihat dari kegiatan :
a.Pada tahap persiapan
b.Pada tahap pelaksanaan
c.Pada tahap penghentian
disadur dari :
http://argakyo.blogspot.com
Hemodialisa adalah suatu teknologi tinggi sebagai terapi pengganti fungsi ginjal untuk mengeluarkan
sisa-sisa metabolisme atau racun tertentu dari peredaran darah manusia seperti air, natrium, kalium,
hydrogen, urea, kreatinin, asam urat, dan zat-zat lain melalui membran semi permeable sebagai pemisah
darah dan cairan dialisat pada ginjal buatan dimana terjadi proses difusi, osmosis dan ultra filtrasi.
PERAWATAN HEMODIALISA
1.PERAWATAN SEBELUM HEMODIALISIS (PRA HD)
Persiapan mesin
Listrik
Air (sudah melalui pengolahan)
Saluran pembuangan
Dialisat (proportioning sistim, batch sistim)
Persiapan peralatan + obat-obatan
Dialyzer/ Ginjal buatan (GB)
AV Blood line
AV fistula/abocath
Infuse set
Spuit : 50 cc, 5 cc, dll ; insulin
Heparin inj
Xylocain (anestesi local)
NaCl 0,90 %
Kain kasa/ Gaas steril
Duk steril
Sarung tangan steril
Bak kecil steril
Mangkuk kecil steril
Klem
Plester
Desinfektan (alcohol + bethadine)
Gelas ukur (mat kan)
Timbangan BB
Formulir hemodialisis
Sirkulasi darah
Cuci tangan
Letakkan GB pada holder, dengan posisi merah diatas
Hubungkan ujung putih pada ABL dengan GB ujung merah
Hubungkan ujung putih VBL dengan GB ujung biru, ujung biru VBL dihubungkan dengan alat penampung/ mat-kan
Letakkan posisi GB terbalik, yaitu yang tanda merah dibawah, biru diatas
Gantungkan NaCl 0,9 % (2-3 kolf)
Pasang infus set pada kolf NaCl
Hubungkan ujung infus set dengan ujung merah ABL atau tempat khusus
Tutup semua klem yang ada pada slang ABL, VBL, (untuk hubungan tekanan arteri, tekanan vena, pemberian obat-obatan)
Buka klem ujung dari ABL, VBL dan infus set
Jalankan Qb dengan kecepatan kurang lebih 100 ml/m
Udara yang ada dalam GB harus hilang (sampai bebeas udara) dengan cara menekan-nekan VBL
Air trap/Bubble trap diisi 2/3-3/4 bagian
Setiap kolf NaCl sesudah/ hendak mengganti kolf baru Qb dimatikan
Setelah udara dalam GB habis, hubungkan ujung ABL dengan ujung VBL, klem tetap dilepas
Masukkan heparin dalam sirkulasi darah sebanyak 1500-2000 U
Ganti kolf NaCl dengan yang baru yang telah diberi heparin 500 U dan klem infus dibuka
Jalankan sirkulasi darah + soaking (melembabkan GB) selama 10-15 menit sebelu dihubungkan dengan sirkulasi sistemik (pasien)
CATATAN !!!!
PERSIAPAN SIRKULASI
Rinsing/Membilas GB + VBL + ABL
Priming/ mengisi GB + VBL + ABL
Soaking/ melembabkan GB.
Volume priming : darah yang berada dalam sirkulasi (ABL + GB + VBL )
Cara menghitung volume priming :
Σ NaCl yang dipakai membilas dikurangi jumlah NaCl yang ada didalam mat kan (gelas tampung/ ukur)
Contoh :
∑ NaCl yang dipakai membilas : 1000 cc
∑ NaCl yang ada didalam mat kan : 750 cc
Jadi volume priming : 1000 cc – 750 cc = 250 cc
Cara melembabkan (soaking) GB Yaitu dengan menghubungkan GB dengan sirkulasi dialisat
Bila mempergunakan dialyzer reuse / pemakaian GB ulang :
Buang formalin dari kompartemen darah dan kompartemen dialisat
Hubungkan dialyzer dengan selang dialisat Biarkan kurang lebih 15 menit pada posisi rinse
Test formalin dengan tablet clinitest :
Tampung cairan yang keluar dari dialyzer atau drain
Ambil cairan 10 tts (1/2 cc), masukkan ke dalam tabung gelas, masukkan 1 tablet clinitest ke dalam tabung gelas yang sudah berisi cairan
Lihat reaksi :
Warna biru : – / negatif
Warna hijau : + / positif
Warna kuning : + / positif
Warna coklat : +/ positif
Selanjutnya mengisi GB sesuai dengan cara mengisi GB baru
Persiapan pasien
1.Persiapan mental
2.Izin hemodialisis
3.Persiapan fisik :Timbang BB, Posisi, Observasi KU (ukur TTV)
2.PERAWATAN SELAMA HEMODIALISIS (INTRA HD)
Pasien
Sarana hubungan sirkulasi/ akses sirkulasi :
Dengan internal A-V shunt/ fistula cimino
Pasien sebelumnya dianjurkan cuci lengan & tangan
Teknik aseptic + antiseptic : bethadine + alcohol
Anestesi local (lidocain inj, procain inj)
Punksi vena (outlet). Dengan AV fistula no G.14 s/d G.16/ abocath, fiksasi, tutup dengan kasa steril
Berikan bolus heparin inj (dosis awal)
Punksi inlet (fistula), fiksasi, tutup dengan kassa steril
Dengan eksternal A-V shunt (Schibner)
Desinfektan
Klem kanula arteri & vena
Bolus heparin inj (dosis awal)
Tanpa 1 & 2 (femora dll)
Desinfektan
Anestesi local
Punksi outlet/ vena (salah satu vena yang besar, biasanya di lengan).
Bolus heparin inj (dosis awal)
Fiksasi, tutup kassa steril
Punksi inlet (vena/ arteri femoralis)
Raba arteri femoralis
Tekan arteri femoralis
Vena femoralis 0,5 – 1 cm ke arah medial
Anestesi lokal (infiltrasi anetesi)
Vena femoralis dipunksi setelah anestesi lokal 3-5 menit
Fiksasi
Tutup dengan kassa steril
Memulai hemodialisis
1.Ujung ABL line dihubungkan dengan punksi inlet
2.Ujung VBL line dihubungkan dengan punksi outlet
3.Semua klem dibuka, kecuali klem infus set
4.Jalankan pompa darah (blood pump) dengan Qb 100 ml/m, sampai sirkulasi darah terisi darah semua.
5.Pompa darah (blood pump stop, sambungkan ujung dari VBL dengan punksi outlet
6.Fiksasi ABL & VBL (sehingga pasien tidak sulit untuk bergerak)
7.cairan priming diampung di gelas ukur dan jumlahnya dicatat (cairan dikeluarkan sesuai kebutuhan).
8.Jalankan pompa darah dengan Qb = 100 ml/m, setelah 15 menit bisa dinaikkan sampai 300 ml/m (dilihat dari keadaan pasien)
9.Hubungkan selang-selang untuk monitor : venous pressure, arteri pressure, hidupkan air/ blood leak detector
10.Pompa heparin dijalankan (dosis heparin sesuai keperluan). Heparin dilarutkan dengan NaCl
11.Ukur TD, Nadi setiap 1 jam. Bila keadaan pasien tidak baik/ lemah lakukan mengukur TD, N, lebih sering.
12.Isi formulir HD antara lain : Nama, Umur, BB, TD, S, N, P, Tipe GB, Cairan priming yang masuk, makan/minum, keluhan selama HD, masalah selama HD.
CATATAN !!!!
1.Permulaan HD posisi dialyzer terbalik setelah dialyzer bebas udara posisi kembalikan ke posisi sebenarnya.
2.Pada waktu menghubungkan venous line dengan punksi outlet, udara harus diamankan lebih dulu
3.Semua sambungan dikencangkan
4.Tempat-tempat punksi harus harus sering dikontrol, untuk menghindari terjadi perdarahan dari tempat punksi.
Mesin
Memprogram mesin hemodialisis :
1.Qb : 200 – 300 ml/m
2.Qd : 300 – 500 ml/m
3.Temperatur : 36-400C
4.TMP. UFR
5.Heparinisasi
Tekanan (+) /venous pressure
Trans Membran Pressure / TMP Tekanan (-) / dialysate pressure
Tekanan (+) + tekanan (-)
Tekanan / pressure :
Arterial pressure / tekanan arteri : banyaknya darah yang keluar dari tubuh
Venous pressure / tekanan vena : lancar/ tidak darah yang masuk ke dalam.
Heparinisasi
Dosis heparin :
Dosis awal : 25 – 50 U/kg BB
Dosis selanjutnya (maintenance) = 500 – 1000 U/kg BB
Cara memberikan
Kontinus
Intermiten (biasa diberikan tiap 1 jam sampai 1 jam terakhir sebelum HD selesai)
Heparinisasi umum
Kontinus :
Dosis awal : ……. U
Dosis selanjutnya : …… U
Intermitten :
Dosis awal : …… U
Dosis selanjutnya : ……. U
Heparinisasi regional
Dosis awal : …… U
Dosis selanjutnya : ….. U
Protamin : …. U
Heparin : protamin = 100 U : 1 mg
Heparin & protamin dilarutkan dengan NaCl.
Heparin diberikan/ dipasang pada selang sebelum dializer.
Protamin diberikan/ dipasang pada selang sebelum masuk ke tubuh/ VBL.
Heparinisasi minimal
Syarat-syarat :
Dialyzer khusus (kalau ada).
Qb tinggi (250 – 300 ml/m)
Dosis heparin : 500 U (pada sirkulasi darah).
Bilas dengan NaCl setiap : ½ – 1 jam
Banyaknya NaCl yang masuk harus dihitung
Jumlahnya NaCl yang masuk harus dikeluarkan dari tubuh, bisa dimasukkan ke dalam program ultrafiltrasi
CATATAN
Dosis awal : diberikan pada waktu punksi : sirkulasi sistem
Dosis selanjutnya: diberikan dengan sirkulasi (maintenance) ekstra korporeal.
PENGAMATAN OBSERVASI, MONITOR SELAMA HEMODIALISA
1.PASIEN
KU pasien
TTV
Perdarahan
Tempat punksi inlet, outlet
Keluhan/ komplikasi hemodialisis
2.MESIN & PERALATAN
Qb
Qd
Temperature
Koduktiviti
Pressure/ tekanan : arterial, venous, dialysate, UFR
Air leak & Blood leak
Heparinisasi
Sirkulasi ekstra corporeal
Sambungan-sambungan
CATATAN :
Obat menaikkan TD ( tu. pend hipotensi berat) : Efedrin 1 ampul + 10 cc aquadest kmd disuntik 2 ml/IV
3.PERAWATAN SESUDAH HEMODIALISIS (POST HD)
Mengakhiri HD
-Persiapan alat :
-Kain kasa/ gaas steril
-Plester
-Verband gulung
-Alkohol/ bethadine
-Antibiotik powder (nebacetin/ cicatrin)
-Bantal pasir (1-1/2 keram) : pada punksi femoral
Cara bekerja
1.5 menit sebelum hemodialisis berakhir Qb diturunkan sekitar 100cc/m UFR = 0
2.Ukur TD, nadi
3.Blood pump stop
4.Ujung ABL diklem, jarum inlet dicabut , bekas punksi inlet ditekan dengan kassa steril yang diberi betadine.
5.Hubungkan ujung abl dengan infus set
6.Darah dimasukkan ke dalam tubuh dengan do dorong dengan nacl sambil qb dijalankan 100 ml/m (NaCl masuk : 50 – 100 cc)
7.Setelah darah masuk ke tubuh Blood pump stop, ujun VBL diklem.
8.Jarum outlet dicabut, bekas punksi inlet & outlet ditekan dengan kassa steril yang diberi bethadine
9.Bila perdarahan pada punksi sudah berhenti, bubuhi bekas punksi inlet & outlet dengan antibiotik powder, lalu tutup dengan kain kassa/band aid lalu pasang verband.
10.Ukur TTV : TD. N, S, P
11.Timbang BB (kalau memungkinkan)
12.Isi formulir hemodialisis
CATATAN :
1.Cairan pendorong/ pembilas (NaCl) sesuai dengan kebutuhan , kalau perlu di dorong dengan udara ( harus hati-hati)
2.Penekanan bekas punksi dengan 3 jari sekitar 10 menit
3.Bekas punksi femoral lebih lama, setelah perdarahan berhenti, ditekan kembali dengan bantal pasir
4.Bekas punksi arteri penekanan harus tepat, lebih lama
5.Memakai teknik aseptik dan antiseptik
SCRIBNER
1.Pakai sarung tangan
2.Sebelum ABL & VBL dilepas dari kanula maka kanula arteri & kanula vena harus diklem lebih dulu
3.kanula arteri & vena dibilas dengan NaCl yang diberi 2500 U – 300 U heparin inj
4.Kedua sisi kanula dihubungkan kembali dengan konektor
5.Lepas klem pada kedua kanula
6.Fiksasi
7.Pasang balutan dengan sedikit kanula bisa dilihat dari luar, untuk mengetahui ada bekuan atau tidak.
ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN HEMODIALISIS
Pada pasien yang baru pertama kali hemodialisis, jika kondisi pasien memungkinkan, pasien diorientasikan pada ruangan paviliun II dan alat-alat yang ada. Selain itu pasien diberikan penjelasan ringkas tentang prosedur yang akan dijalankan, prinsip hemodialisis, diet, pembatasan cairan, perawatan cimino, hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama hemodialisis dan efek dari hemodialisis.
Pada pre hemodialisis, kegiatan perawatan meliputi : menghidupkan mesin, meyediakan alat-alat, memasang alat pada mesin, sirkulasi cairan NaCl pada mesin, mengawasi penimbangan berat badan pasien, mengukur suhu badan, mengukur tekanan darah dan menghitung denyut nadi.
Pada tahap pemasangan alat dan selama pemasangan, kegiatannya meliputi : desinfeksi daerah penusukan, pemberian anestesi lokal (kalau perlu), penusukan jarum, pemasukan heparin (bolus), selanjutnya menyambung jarum pada arteri blood line. Lalu menekan tombol BFR, membuka klem venous dan arteri blood line, memprogram penurunan berat badan, waktu pelaksanaan, venous pressure, kecepatan aliran heparin dan UFR. Kemudian menghubungkan heparin contnous ke sirkulasi, monitoring pernafasan, makan dan minum, pengaturan posisi tubuh, monitoring alat-alat dan kelancaran sirkulasi darah, mengukur tekanan darah dan menciptakan suasana ruangan untuk mengisi kegiatan pasien selama hemodialisis berlangsung.
Pada tahap penghentian hemodialisis meliputi : penghentian aliran darah, mencabut jarum inlet dan menekan bekas tusukan sambil menunggu sampai aliran darah pada venous blood line habis. Langkah selanjutnya adalah mencabut jarum out line dan menekan bekas tusukan, mengganti gaas bethadine dan fiksasi dengan plester. Setelah penghentian hemodialisis, dilakukan pengukuran tekanan darah, mengukur suhu, mengawasi penimbangan berat badan, membereskan alat-alat dan dilanjutkan dengan desinfeksi alat.
Semua kegiatan baik pada tahap pre hemodialisis selama pemasangan dan penghentian hemodialisis dilakukan oleh perawat kecuali penimbangan berat badan dan minum yang pada beberapa pasien dilakukan sendiri. Disamping itu beberapa pasien telah dapat melaporkan pada perawat apabila ada ketidakberesan pada mesin atau akses vaskular, setelah mencoba mengatasi sendiri.
Sistem pencatatan dan pelaporan yang dijalankan dalam bentuk lembaran observasi pasien yang berisi tentang : TTV sebelum atau selama dan sesudah HD, BB sebelum dan sesudah HD, dosis heparin, program penurunan BB , priming dan keluhan pasien setelah HD.
Pembuatan rencana perawatan pasien sudah berjalan dimana dalam pengkajian meliputi data fisik dan psikososial. Data psikososial yang dikaji sebatas pada adanya rasa cemas dan bosan. Intervensi keperawatan yang dilakukan mengarah kepada pemberian bantuan sepenuhnya. Hal ini dapat terlihat dari kegiatan :
a.Pada tahap persiapan
b.Pada tahap pelaksanaan
c.Pada tahap penghentian
disadur dari :
http://argakyo.blogspot.com
Thursday, March 18, 2010
INFO CPNS PEMDA 2010 , CPNS DEPARTEMEN 2010, CPNS BUMN 2010, CPNS POLRI 2010, CPNS TNI 2010, FORMASI CPNS PEMDA 2010 - 2011,FORMASI CPNS DEPARTEMEN 20
membantu meng- UPDATE PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL ( CPNS ) di lingkungan pemerintah daerah, pemerintah kota, departemen, BUMN, Polri dan TNI tahun 2010, silahkan anda memantau pada link yang akan saya berikan. semoga bermanfaat dan sukses untuk kalian semua.
semua KUMPULAN PENGUMUMAN CPNSD SEMUA PEMKOT DAN PEMDA 2010 - 2011 TERANGKUM DISINI
CPNS 2010 PEMERINTAH DAERAH ( PEMDA)dan PEMERINTAH KOTA ( PEMKOT )
PROVINSI ACEH
1 Kabupaten Aceh Barat
2 Kabupaten Aceh Barat Daya
3 Kabupaten Aceh Besar
4 Kabupaten Aceh Jaya
5 Kabupaten Aceh Selatan
6 Kabupaten Aceh Singkil
7 Kabupaten Aceh Tamiang
8 Kabupaten Aceh Tengah
9 Kabupaten Aceh Tenggara
10 Kabupaten Aceh Timur
11 Kabupaten Aceh Utara
12 Kabupaten Bener Meriah
13 Kabupaten Bireuen
14 Kabupaten Gayo Lues
15 Kabupaten Nagan Raya
16 Kabupaten Pidie
17 Kabupaten Pidie Jaya
18 Kabupaten Simeulue
19 Kota Banda Aceh
20 Kota Langsa
21 Kota Lhokseumawe
22 Kota Sabang
23 Kota Subulussalam
SUMATERA UTARA
No. Kabupaten/Kota
1 Kabupaten Asahan
2 Kabupaten Batubara
3 Kabupaten Dairi
4 Kabupaten Deli Serdang
5 Kabupaten Humbang Hasundutan
6 Kabupaten Karo
7 Kabupaten Labuhanbatu
8 Kabupaten Labuhanbatu Selatan
9 Kabupaten Labuhanbatu Utara
10 Kabupaten Langkat
11 Kabupaten Mandailing Natal
12 Kabupaten Nias
13 Kabupaten Nias Barat
14 Kabupaten Nias Selatan
15 Kabupaten Nias Utara
16 Kabupaten Padang Lawas
17 Kabupaten Padang Lawas Utara
18 Kabupaten Pakpak Bharat
19 Kabupaten Samosir
20 Kabupaten Serdang Bedagai
21 Kabupaten Simalungun
22 Kabupaten Tapanuli Selatan
23 Kabupaten Tapanuli Tengah
24 Kabupaten Tapanuli Utara
25 Kabupaten Toba Samosir
26 Kota Binjai
27 Kota Gunungsitoli
28 Kota Medan
29 Kota Padangsidempuan
30 Kota Pematangsiantar
31 Kota Sibolga
32 Kota Tanjungbalai
33 Kota Tebing Tinggi
SUMATERA BARAT
No. Kabupaten/Kota
1 Kabupaten Agam
2 Kabupaten Dharmasraya
3 Kabupaten Kepulauan Mentawai
4 Kabupaten Lima Puluh Kota
5 Kabupaten Padang Pariaman
6 Kabupaten Pasaman
7 Kabupaten Pasaman Barat
8 Kabupaten Pesisir Selatan
9 Kabupaten Sijunjung
10 Kabupaten Solok
11 Kabupaten Solok Selatan
12 Kabupaten Tanah Datar
13 Kota Bukittinggi
14 Kota Padang
15 Kota Padangpanjang
16 Kota Pariaman
17 Kota Payakumbuh
18 Kota Sawahlunto
19 Kota Solok
BENGKULU
Kabupaten Bengkulu Selatan
Kabupaten Bengkulu Tengah
Kabupaten Bengkulu Utara
Kabupaten Kaur
Kabupaten Kepahiang
Kabupaten Lebong
Kabupaten Mukomuko
Kabupaten Rejang Lebong
Kabupaten Seluma
Kota Bengkulu
JAMBI
Kabupaten Batanghari
Kabupaten Bungo
Kabupaten Kerinci
Kabupaten Merangin
Kabupaten Muaro Jambi
Kabupaten Sarolangun
Kabupaten Tanjung Jabung Barat
Kabupaten Tanjung Jabung Timur
Kabupaten Tebo
Kota Jambi
Kota Sungai Penuh
RIAU
Kabupaten Bengkalis
Kabupaten Indragiri Hilir
Kabupaten Indragiri Hulu
Kabupaten Kampar
Kabupaten Kuantan Singingi
Kabupaten Pelalawan
Kabupaten Rokan Hilir
Kabupaten Rokan Hulu
Kabupaten Siak
Kabupaten Kepulauan Meranti
Kota Dumai
Kota Pekanbaru
SUMATERA SELATAN
Kabupaten Banyuasin
Kabupaten Empat Lawang
Kabupaten Lahat
Kabupaten Muara Enim
Kabupaten Musi Banyuasin
Kabupaten Musi Rawas
Kabupaten Ogan Ilir
Kabupaten Ogan Komering Ilir
Kabupaten Ogan Komering Ulu
Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan
Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Kota Lubuklinggau
Kota Pagar Alam
Kota Palembang
Kota Prabumulih
LAMPUNG
Kabupaten Lampung Barat
Kabupaten Lampung Selatan
Kabupaten Lampung Tengah
Kabupaten Lampung Timur
Kabupaten Lampung Utara
Kabupaten Mesuji
Kabupaten Pesawaran
Kabupaten Pringsewu
Kabupaten Tanggamus
Kabupaten Tulang Bawang
Kabupaten Tulang Bawang Barat
Kabupaten Way Kanan
Kota Bandar Lampung
Kota Metro
KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
Kabupaten Bangka
Kabupaten Bangka Barat
Kabupaten Bangka Selatan
Kabupaten Bangka Tengah
Kabupaten Belitung
Kabupaten Belitung Timur
Kota Pangkal Pinang
KEPULAUAN RIAU
Kabupaten Bintan
Kabupaten Karimun
Kabupaten Kepulauan Anambas
Kabupaten Lingga
Kabupaten Natuna
Kota Batam
Kota Tanjung Pinang
BANTEN
Kabupaten Lebak
Kabupaten Pandeglang
Kabupaten Serang
Kabupaten Tangerang
Kota Cilegon
Kota Serang
Kota Tangerang
Kota Tangerang Selatan
JAWA BARAT
Kabupaten Bandung
Kabupaten Bandung Barat
Kabupaten Bekasi
Kabupaten Bogor
Kabupaten Ciamis
Kabupaten Cianjur
Kabupaten Cirebon
Kabupaten Garut
Kabupaten Indramayu
Kabupaten Karawang
Kabupaten Kuningan
Kabupaten Majalengka
Kabupaten Purwakarta
Kabupaten Subang
Kabupaten Sukabumi
Kabupaten Sumedang
Kabupaten Tasikmalaya
Kota Bandung
Kota Banjar
Kota Bekasi
Kota Bogor
Kota Cimahi
Kota Cirebon
Kota Depok
Kota Sukabumi
Kota Tasikmalaya
DKI JAKARTA
Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu
Kota Administrasi Jakarta Barat
Kota Administrasi Jakarta Pusat
Kota Administrasi Jakarta Selatan
Kota Administrasi Jakarta Timur
Kota Administrasi Jakarta Utara
JAWA TENGAH
Kabupaten Banjarnegara
Kabupaten Banyumas
Kabupaten Batang
Kabupaten Blora
Kabupaten Boyolali
Kabupaten Brebes
Kabupaten Cilacap
Kabupaten Demak
Kabupaten Grobogan
Kabupaten Jepara
Kabupaten Karanganyar
Kabupaten Kebumen
Kabupaten Kendal
Kabupaten Klaten
Kabupaten Kudus
Kabupaten Magelang
Kabupaten Pati
Kabupaten Pekalongan
Kabupaten Pemalang
Kabupaten Purbalingga
Kabupaten Purworejo
Kabupaten Rembang
Kabupaten Semarang
Kabupaten Sragen
Kabupaten Sukoharjo
Kabupaten Tegal
Kabupaten Temanggung
Kabupaten Wonogiri
Kabupaten Wonosobo
Kota Magelang
Kota Pekalongan
Kota Salatiga
Kota Semarang
Kota Surakarta
Kota Tegal
JAWA TIMUR
Kabupaten Bangkalan
Kabupaten Banyuwangi
Kabupaten Blitar
Kabupaten Bojonegoro
Kabupaten Bondowoso
Kabupaten Gresik
Kabupaten Jember
Kabupaten Jombang
Kabupaten Kediri
Kabupaten Lamongan
Kabupaten Lumajang
Kabupaten Madiun
Kabupaten Magetan
Kabupaten Malang
Kabupaten Mojokerto
Kabupaten Nganjuk
Kabupaten Ngawi
Kabupaten Pacitan
Kabupaten Pamekasan
Kabupaten Pasuruan
Kabupaten Ponorogo
Kabupaten Probolinggo
Kabupaten Sampang
Kabupaten Sidoarjo
Kabupaten Situbondo
Kabupaten Sumenep
Kabupaten Trenggalek
Kabupaten Tuban
Kabupaten Tulungagung
Kota Batu[8]
Kota Blitar
Kota Kediri
Kota Madiun
Kota Malang
Kota Mojokerto
Kota Pasuruan
Kota Probolinggo
Kota Surabaya
BALI
Kabupaten Badung
Kabupaten Bangli
Kabupaten Buleleng
Kabupaten Gianyar
Kabupaten Jembrana
Kabupaten Karangasem
Kabupaten Klungkung
Kabupaten Tabanan
Kota Denpasar
NUSA TENGGARA BARAT
Kabupaten Bima
Kabupaten Dompu
Kabupaten Lombok Barat
Kabupaten Lombok Tengah
Kabupaten Lombok Timur
Kabupaten Lombok Utara
Kabupaten Sumbawa
Kabupaten Sumbawa Barat
Kota Bima
Kota Mataram
NUSA TENGGARA TIMUR
Kabupaten Alor
Kabupaten Belu
Kabupaten Ende
Kabupaten Flores Timur
Kabupaten Kupang
Kabupaten Lembata
Kabupaten Manggarai
Kabupaten Manggarai Barat
Kabupaten Manggarai Timur
Kabupaten Ngada
Kabupaten Nagekeo
Kabupaten Rote Ndao
Kabupaten Sabu Raijua
Kabupaten Sikka
Kabupaten Sumba Barat
Kabupaten Sumba Barat Daya
Kabupaten Sumba Tengah
Kabupaten Sumba Timur
Kabupaten Timor Tengah Selatan
Kabupaten Timor Tengah Utara
Kota Kupang
KALIMANTAN BARAT
Kabupaten Bengkayang
Kabupaten Kapuas Hulu
Kabupaten Kayong Utara
Kabupaten Ketapang
Kabupaten Kubu Raya
Kabupaten Landak
Kabupaten Melawi
Kabupaten Pontianak
Kabupaten Sambas
Kabupaten Sanggau
Kabupaten Sekadau
Kabupaten Sintang
Kota Pontianak
Kota Singkawang
KALIMANTAN SELATAN
Kabupaten Balangan
Kabupaten Banjar
Kabupaten Barito Kuala
Kabupaten Hulu Sungai Selatan
Kabupaten Hulu Sungai Tengah
Kabupaten Hulu Sungai Utara
Kabupaten Kotabaru
Kabupaten Tabalong
Kabupaten Tanah Bumbu
Kabupaten Tanah Laut
Kabupaten Tapin
Kota Banjarbaru
Kota Banjarmasin
KALIMANTAN TENGAH
Kabupaten Barito Selatan
Kabupaten Barito Timur
Kabupaten Barito Utara
Kabupaten Gunung Mas
Kabupaten Kapuas
Kabupaten Katingan
Kabupaten Kotawaringin Barat
Kabupaten Kotawaringin Timur
Kabupaten Lamandau
Kabupaten Murung Raya
Kabupaten Pulang Pisau
Kabupaten Sukamara
Kabupaten Seruyan
Kota Palangka Raya
KALIMANTAN TIMUR
Kabupaten Berau
Kabupaten Bulungan
Kabupaten Kutai Barat
Kabupaten Kutai Kartanegara
Kabupaten Kutai Timur
Kabupaten Malinau
Kabupaten Nunukan
Kabupaten Paser
Kabupaten Penajam Paser Utara
Kabupaten Tana Tidung
Kota Balikpapan
Kota Bontang
Kota Samarinda
Kota Tarakan
GORONTALO
Kabupaten Boalemo
Kabupaten Bone Bolango
Kabupaten Gorontalo
Kabupaten Gorontalo Utara
Kabupaten Pohuwato
Kota Gorontalo
SULAWESI SELATAN
Kabupaten Bantaeng
Kabupaten Barru
Kabupaten Bone
Kabupaten Bulukumba
Kabupaten Enrekang
Kabupaten Gowa
Kabupaten Jeneponto
Kabupaten Kepulauan Selayar
Kabupaten Luwu
Kabupaten Luwu Timur
Kabupaten Luwu Utara
Kabupaten Maros
Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
Kabupaten Pinrang
Kabupaten Sidenreng Rappang
Kabupaten Sinjai
Kabupaten Soppeng
Kabupaten Takalar
Kabupaten Tana Toraja
Kabupaten Toraja Utara
Kabupaten Wajo
Kota Makassar
Kota Palopo
Kota Parepare
SULAWESI TENGGARA
Kabupaten Bombana
Kabupaten Buton
Kabupaten Buton Utara
Kabupaten Kolaka
Kabupaten Kolaka Utara
Kabupaten Konawe
Kabupaten Konawe Selatan
Kabupaten Konawe Utara
Kabupaten Muna
Kabupaten Wakatobi
Kota Bau-Bau
Kota Kendari
SULAWESI TENGAH
Kabupaten Banggai
Kabupaten Banggai Kepulauan
Kabupaten Buol
Kabupaten Donggala
Kabupaten Morowali
Kabupaten Parigi Moutong
Kabupaten Poso
Kabupaten Tojo Una-Una
Kabupaten Toli-Toli
Kabupaten Sigi
Kota Palu
SULAWESI UTARA
Kabupaten Bolaang Mongondow
Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
Kabupaten Bolaang Mongondow Timur
Kabupaten Bolaang Mongondow Utara
Kabupaten Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro
Kabupaten Kepulauan Talaud
Kabupaten Minahasa
Kabupaten Minahasa Selatan
Kabupaten Minahasa Tenggara
Kabupaten Minahasa Utara
Kota Bitung
Kota Kotamobagu
Kota Manado
Kota Tomohon
SULAWESI BARAT
Kabupaten Majene
Kabupaten Mamasa
Kabupaten Mamuju
Kabupaten Mamuju Utara
Kabupaten Polewali Mandar
MALUKU
Kabupaten Buru
Kabupaten Buru Selatan
Kabupaten Kepulauan Aru
Kabupaten Maluku Barat Daya
Kabupaten Maluku Tengah
Kabupaten Maluku Tenggara
Kabupaten Maluku Tenggara Barat
Kabupaten Seram Bagian Barat
Kabupaten Seram Bagian Timur
Kota Ambon
Kota Tual
MALUKU UTARA
Kabupaten Halmahera Barat
Kabupaten Halmahera Tengah
Kabupaten Halmahera Utara
Kabupaten Halmahera Selatan
Kabupaten Kepulauan Sula
Kabupaten Halmahera Timur
Kabupaten Pulau Morotai
Kota Ternate
Kota Tidore Kepulauan
PAPUA
Kabupaten Asmat
Kabupaten Biak Numfor
Kabupaten Boven Digoel
Kabupaten Deiyai
Kabupaten Dogiyai
Kabupaten Intan Jaya
Kabupaten Jayapura
Kabupaten Jayawijaya
Kabupaten Keerom
Kabupaten Kepulauan Yapen
Kabupaten Lanny Jaya
Kabupaten Mamberamo Raya
Kabupaten Mamberamo Tengah
Kabupaten Mappi
Kabupaten Merauke
Kabupaten Mimika
Kabupaten Nabire
Kabupaten Nduga
Kabupaten Paniai
Kabupaten Pegunungan Bintang
Kabupaten Puncak
DI. YOGYAKARTA
KOTA JOGJA
PEMDA DIY
PEMDA GUNUNGKIDUL
PEMDA BANTUL
PEMDA SLEMAN
PEMDA KULONPROGO
CPNS DEPARTEMEN 2010 - 2011
Departemen Agama (Depag)
Departemen Dalam Negeri
Departemen Energi&Sumber Daya Mineral
Departemen Luar Negeri (Deplu)
Departemen Hukum Dan Hak Asasi Manusia
Departemen Kehutanan (Dephut)
Departemen Kesehatan (Depkes)
Departemen Keuangan (Depkeu)
Departemen Kelautan Dan Perikanan
Departemen Kebudayaan Dan Pariwisata
Departemen Komunikasi Dan Informatika (Depkominfo)
Departemen Pekerjaan Umum
Departemen Perhubungan (Dephub)
Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas)
Departemen Perdagangan (Depdag)
Departemen Pertanian (Deptan)
Departemen Pertahanan (Dephan)
Departemen Perindustrian
Departemen Sosial (Depsos)
Departemen Tenaga Kerja Dan Transmigrasi
CPNS DEPARTEMEN, CPNS KEMENTERIAN CPNS BADAN
BADAN KOORDINASI KELUARGA BERENCANA
BADAN KOORDINASI SURVEI DAN PEMETAAN NASIONAL
BADAN NARKOTIKA NASIONAL
BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
BADAN PERTANAHAN NASIONAL
BADAN PUSAT STATISTIK
BADAN STANDARDISASI NASIONAL
BANK INDONESIA
BAPETEN ( BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR )
BATAN ( BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL )
BKKBN ( BADAN KOORDINASI KELUARGA BERENCANA NASIONAL )
BKN ( BADAN KEPEGAWAIAN NASIONAL )
BKPM ( BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL )
BNPB ( BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA )
BPK ( BADAN PEMERIKSA KEUANGAN )
BPOM ( BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN )
BPPT ( BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI )
BADAN STANDARISASI NASIONAL
BIN
BMKG ( BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA )
BPKP ( BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN )
BPN2TKI
BPPT ( BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI )
BPS ( BIRO PUSAT STATISTIK )
BUPAR ( KEMENTERIAN BUDAYA DAN PARIWISATA )
ESDM ( KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL )
KEMENAG ( KEMENTERIAN AGAMA )
KEMENPORA ( KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAHRAGA )
KLH ( KEMETERIAN LINGKUNGAN HIDUP )
KOPERASI ( KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH )
LAN ( LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA )
MAHKAMAH KONSTITUSI
PU ( KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM )
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN ANAK
DEPHAN ( DEPARTEMEN PERTANAHAN )
DEPTAN ( DEPARTEMEN PERTANIAN )
POLRI ( KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA )
SAR ( BADAN SAR NASIONAL INDONESIA )
KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
TNI
DEPAG ( DEPARTEMEN AGAMA )
DEPKEU ( DEPARTEMEN KEUANGAN )
DEPARTEMEN PERDAGANGAN
DEPHAN
DEPKES
DEPKOMINFO ( DEPARTEMEN KOMUNIKASI DAN INFORMASI )
DEPLU ( DEPARTEMEN LUAR NEGERI )
DEPSOS ( DEPARTEMEN SOSIAL )
DKP ( DEPARTEMEN KELAUTAN DAN PERIKANAN )
ESDM ( KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBERDAYA MINERAL )
KEJAKSAAN AGUNG
KEMENKUMHAM ( KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA )
DEPDAGRI ( KEMENTERIAN DALAM NEGERI )
KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM
DEPHUT (KEMENTERIAN KEHUTANAN )
PU ( KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM )
KEMDIKNAS ( KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL )
DEPHUB (KEMENTERIAN PERHUBUNGAN )
RISTEK ( KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI )
DEPSOS ( KEMENTERIAN SOSIAL )
DEPKEU ( KEMENTRIAN KEUANGAN )
KEPOLISIAN
KOMNASHAM ( KOMISI NASIONAL HAK ASASI MANUSIA )
KOORDINATOR BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT
LAPAN ( LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL )
LAPAN ( LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA )
LEMHANAS ( LEMBAGA KETAHANAN NASIONAL )
LEMSANEG ( LEMBAGA SANDI NEGARA )
LIPI ( LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA )
LKPP ( LEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG / JASA PEMERINTAH )
LPBD-KUMKM ( LEMBAGA PENGELOLA DANA BERGULIR KOPERASI DAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH )
MAHKAMAH AGUNG
MAHKAMAH KONSTITUSI
MENKOKESRA ( KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT )
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
KEMENPERA ( PERUMAHAN RAKYAT )
PPATK ( PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN )
RISTEK
SEKRETARIAT JENDERAL KOMISI YUDISIAL
SETJEN MPR
SETNEG ( SEKERTARIAT NEGARA )
semua KUMPULAN PENGUMUMAN CPNSD SEMUA PEMKOT DAN PEMDA 2010 - 2011 TERANGKUM DISINI
CPNS 2010 PEMERINTAH DAERAH ( PEMDA)dan PEMERINTAH KOTA ( PEMKOT )
PROVINSI ACEH
1 Kabupaten Aceh Barat
2 Kabupaten Aceh Barat Daya
3 Kabupaten Aceh Besar
4 Kabupaten Aceh Jaya
5 Kabupaten Aceh Selatan
6 Kabupaten Aceh Singkil
7 Kabupaten Aceh Tamiang
8 Kabupaten Aceh Tengah
9 Kabupaten Aceh Tenggara
10 Kabupaten Aceh Timur
11 Kabupaten Aceh Utara
12 Kabupaten Bener Meriah
13 Kabupaten Bireuen
14 Kabupaten Gayo Lues
15 Kabupaten Nagan Raya
16 Kabupaten Pidie
17 Kabupaten Pidie Jaya
18 Kabupaten Simeulue
19 Kota Banda Aceh
20 Kota Langsa
21 Kota Lhokseumawe
22 Kota Sabang
23 Kota Subulussalam
SUMATERA UTARA
No. Kabupaten/Kota
1 Kabupaten Asahan
2 Kabupaten Batubara
3 Kabupaten Dairi
4 Kabupaten Deli Serdang
5 Kabupaten Humbang Hasundutan
6 Kabupaten Karo
7 Kabupaten Labuhanbatu
8 Kabupaten Labuhanbatu Selatan
9 Kabupaten Labuhanbatu Utara
10 Kabupaten Langkat
11 Kabupaten Mandailing Natal
12 Kabupaten Nias
13 Kabupaten Nias Barat
14 Kabupaten Nias Selatan
15 Kabupaten Nias Utara
16 Kabupaten Padang Lawas
17 Kabupaten Padang Lawas Utara
18 Kabupaten Pakpak Bharat
19 Kabupaten Samosir
20 Kabupaten Serdang Bedagai
21 Kabupaten Simalungun
22 Kabupaten Tapanuli Selatan
23 Kabupaten Tapanuli Tengah
24 Kabupaten Tapanuli Utara
25 Kabupaten Toba Samosir
26 Kota Binjai
27 Kota Gunungsitoli
28 Kota Medan
29 Kota Padangsidempuan
30 Kota Pematangsiantar
31 Kota Sibolga
32 Kota Tanjungbalai
33 Kota Tebing Tinggi
SUMATERA BARAT
No. Kabupaten/Kota
1 Kabupaten Agam
2 Kabupaten Dharmasraya
3 Kabupaten Kepulauan Mentawai
4 Kabupaten Lima Puluh Kota
5 Kabupaten Padang Pariaman
6 Kabupaten Pasaman
7 Kabupaten Pasaman Barat
8 Kabupaten Pesisir Selatan
9 Kabupaten Sijunjung
10 Kabupaten Solok
11 Kabupaten Solok Selatan
12 Kabupaten Tanah Datar
13 Kota Bukittinggi
14 Kota Padang
15 Kota Padangpanjang
16 Kota Pariaman
17 Kota Payakumbuh
18 Kota Sawahlunto
19 Kota Solok
BENGKULU
Kabupaten Bengkulu Selatan
Kabupaten Bengkulu Tengah
Kabupaten Bengkulu Utara
Kabupaten Kaur
Kabupaten Kepahiang
Kabupaten Lebong
Kabupaten Mukomuko
Kabupaten Rejang Lebong
Kabupaten Seluma
Kota Bengkulu
JAMBI
Kabupaten Batanghari
Kabupaten Bungo
Kabupaten Kerinci
Kabupaten Merangin
Kabupaten Muaro Jambi
Kabupaten Sarolangun
Kabupaten Tanjung Jabung Barat
Kabupaten Tanjung Jabung Timur
Kabupaten Tebo
Kota Jambi
Kota Sungai Penuh
RIAU
Kabupaten Bengkalis
Kabupaten Indragiri Hilir
Kabupaten Indragiri Hulu
Kabupaten Kampar
Kabupaten Kuantan Singingi
Kabupaten Pelalawan
Kabupaten Rokan Hilir
Kabupaten Rokan Hulu
Kabupaten Siak
Kabupaten Kepulauan Meranti
Kota Dumai
Kota Pekanbaru
SUMATERA SELATAN
Kabupaten Banyuasin
Kabupaten Empat Lawang
Kabupaten Lahat
Kabupaten Muara Enim
Kabupaten Musi Banyuasin
Kabupaten Musi Rawas
Kabupaten Ogan Ilir
Kabupaten Ogan Komering Ilir
Kabupaten Ogan Komering Ulu
Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan
Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Kota Lubuklinggau
Kota Pagar Alam
Kota Palembang
Kota Prabumulih
LAMPUNG
Kabupaten Lampung Barat
Kabupaten Lampung Selatan
Kabupaten Lampung Tengah
Kabupaten Lampung Timur
Kabupaten Lampung Utara
Kabupaten Mesuji
Kabupaten Pesawaran
Kabupaten Pringsewu
Kabupaten Tanggamus
Kabupaten Tulang Bawang
Kabupaten Tulang Bawang Barat
Kabupaten Way Kanan
Kota Bandar Lampung
Kota Metro
KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
Kabupaten Bangka
Kabupaten Bangka Barat
Kabupaten Bangka Selatan
Kabupaten Bangka Tengah
Kabupaten Belitung
Kabupaten Belitung Timur
Kota Pangkal Pinang
KEPULAUAN RIAU
Kabupaten Bintan
Kabupaten Karimun
Kabupaten Kepulauan Anambas
Kabupaten Lingga
Kabupaten Natuna
Kota Batam
Kota Tanjung Pinang
BANTEN
Kabupaten Lebak
Kabupaten Pandeglang
Kabupaten Serang
Kabupaten Tangerang
Kota Cilegon
Kota Serang
Kota Tangerang
Kota Tangerang Selatan
JAWA BARAT
Kabupaten Bandung
Kabupaten Bandung Barat
Kabupaten Bekasi
Kabupaten Bogor
Kabupaten Ciamis
Kabupaten Cianjur
Kabupaten Cirebon
Kabupaten Garut
Kabupaten Indramayu
Kabupaten Karawang
Kabupaten Kuningan
Kabupaten Majalengka
Kabupaten Purwakarta
Kabupaten Subang
Kabupaten Sukabumi
Kabupaten Sumedang
Kabupaten Tasikmalaya
Kota Bandung
Kota Banjar
Kota Bekasi
Kota Bogor
Kota Cimahi
Kota Cirebon
Kota Depok
Kota Sukabumi
Kota Tasikmalaya
DKI JAKARTA
Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu
Kota Administrasi Jakarta Barat
Kota Administrasi Jakarta Pusat
Kota Administrasi Jakarta Selatan
Kota Administrasi Jakarta Timur
Kota Administrasi Jakarta Utara
JAWA TENGAH
Kabupaten Banjarnegara
Kabupaten Banyumas
Kabupaten Batang
Kabupaten Blora
Kabupaten Boyolali
Kabupaten Brebes
Kabupaten Cilacap
Kabupaten Demak
Kabupaten Grobogan
Kabupaten Jepara
Kabupaten Karanganyar
Kabupaten Kebumen
Kabupaten Kendal
Kabupaten Klaten
Kabupaten Kudus
Kabupaten Magelang
Kabupaten Pati
Kabupaten Pekalongan
Kabupaten Pemalang
Kabupaten Purbalingga
Kabupaten Purworejo
Kabupaten Rembang
Kabupaten Semarang
Kabupaten Sragen
Kabupaten Sukoharjo
Kabupaten Tegal
Kabupaten Temanggung
Kabupaten Wonogiri
Kabupaten Wonosobo
Kota Magelang
Kota Pekalongan
Kota Salatiga
Kota Semarang
Kota Surakarta
Kota Tegal
JAWA TIMUR
Kabupaten Bangkalan
Kabupaten Banyuwangi
Kabupaten Blitar
Kabupaten Bojonegoro
Kabupaten Bondowoso
Kabupaten Gresik
Kabupaten Jember
Kabupaten Jombang
Kabupaten Kediri
Kabupaten Lamongan
Kabupaten Lumajang
Kabupaten Madiun
Kabupaten Magetan
Kabupaten Malang
Kabupaten Mojokerto
Kabupaten Nganjuk
Kabupaten Ngawi
Kabupaten Pacitan
Kabupaten Pamekasan
Kabupaten Pasuruan
Kabupaten Ponorogo
Kabupaten Probolinggo
Kabupaten Sampang
Kabupaten Sidoarjo
Kabupaten Situbondo
Kabupaten Sumenep
Kabupaten Trenggalek
Kabupaten Tuban
Kabupaten Tulungagung
Kota Batu[8]
Kota Blitar
Kota Kediri
Kota Madiun
Kota Malang
Kota Mojokerto
Kota Pasuruan
Kota Probolinggo
Kota Surabaya
BALI
Kabupaten Badung
Kabupaten Bangli
Kabupaten Buleleng
Kabupaten Gianyar
Kabupaten Jembrana
Kabupaten Karangasem
Kabupaten Klungkung
Kabupaten Tabanan
Kota Denpasar
NUSA TENGGARA BARAT
Kabupaten Bima
Kabupaten Dompu
Kabupaten Lombok Barat
Kabupaten Lombok Tengah
Kabupaten Lombok Timur
Kabupaten Lombok Utara
Kabupaten Sumbawa
Kabupaten Sumbawa Barat
Kota Bima
Kota Mataram
NUSA TENGGARA TIMUR
Kabupaten Alor
Kabupaten Belu
Kabupaten Ende
Kabupaten Flores Timur
Kabupaten Kupang
Kabupaten Lembata
Kabupaten Manggarai
Kabupaten Manggarai Barat
Kabupaten Manggarai Timur
Kabupaten Ngada
Kabupaten Nagekeo
Kabupaten Rote Ndao
Kabupaten Sabu Raijua
Kabupaten Sikka
Kabupaten Sumba Barat
Kabupaten Sumba Barat Daya
Kabupaten Sumba Tengah
Kabupaten Sumba Timur
Kabupaten Timor Tengah Selatan
Kabupaten Timor Tengah Utara
Kota Kupang
KALIMANTAN BARAT
Kabupaten Bengkayang
Kabupaten Kapuas Hulu
Kabupaten Kayong Utara
Kabupaten Ketapang
Kabupaten Kubu Raya
Kabupaten Landak
Kabupaten Melawi
Kabupaten Pontianak
Kabupaten Sambas
Kabupaten Sanggau
Kabupaten Sekadau
Kabupaten Sintang
Kota Pontianak
Kota Singkawang
KALIMANTAN SELATAN
Kabupaten Balangan
Kabupaten Banjar
Kabupaten Barito Kuala
Kabupaten Hulu Sungai Selatan
Kabupaten Hulu Sungai Tengah
Kabupaten Hulu Sungai Utara
Kabupaten Kotabaru
Kabupaten Tabalong
Kabupaten Tanah Bumbu
Kabupaten Tanah Laut
Kabupaten Tapin
Kota Banjarbaru
Kota Banjarmasin
KALIMANTAN TENGAH
Kabupaten Barito Selatan
Kabupaten Barito Timur
Kabupaten Barito Utara
Kabupaten Gunung Mas
Kabupaten Kapuas
Kabupaten Katingan
Kabupaten Kotawaringin Barat
Kabupaten Kotawaringin Timur
Kabupaten Lamandau
Kabupaten Murung Raya
Kabupaten Pulang Pisau
Kabupaten Sukamara
Kabupaten Seruyan
Kota Palangka Raya
KALIMANTAN TIMUR
Kabupaten Berau
Kabupaten Bulungan
Kabupaten Kutai Barat
Kabupaten Kutai Kartanegara
Kabupaten Kutai Timur
Kabupaten Malinau
Kabupaten Nunukan
Kabupaten Paser
Kabupaten Penajam Paser Utara
Kabupaten Tana Tidung
Kota Balikpapan
Kota Bontang
Kota Samarinda
Kota Tarakan
GORONTALO
Kabupaten Boalemo
Kabupaten Bone Bolango
Kabupaten Gorontalo
Kabupaten Gorontalo Utara
Kabupaten Pohuwato
Kota Gorontalo
SULAWESI SELATAN
Kabupaten Bantaeng
Kabupaten Barru
Kabupaten Bone
Kabupaten Bulukumba
Kabupaten Enrekang
Kabupaten Gowa
Kabupaten Jeneponto
Kabupaten Kepulauan Selayar
Kabupaten Luwu
Kabupaten Luwu Timur
Kabupaten Luwu Utara
Kabupaten Maros
Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
Kabupaten Pinrang
Kabupaten Sidenreng Rappang
Kabupaten Sinjai
Kabupaten Soppeng
Kabupaten Takalar
Kabupaten Tana Toraja
Kabupaten Toraja Utara
Kabupaten Wajo
Kota Makassar
Kota Palopo
Kota Parepare
SULAWESI TENGGARA
Kabupaten Bombana
Kabupaten Buton
Kabupaten Buton Utara
Kabupaten Kolaka
Kabupaten Kolaka Utara
Kabupaten Konawe
Kabupaten Konawe Selatan
Kabupaten Konawe Utara
Kabupaten Muna
Kabupaten Wakatobi
Kota Bau-Bau
Kota Kendari
SULAWESI TENGAH
Kabupaten Banggai
Kabupaten Banggai Kepulauan
Kabupaten Buol
Kabupaten Donggala
Kabupaten Morowali
Kabupaten Parigi Moutong
Kabupaten Poso
Kabupaten Tojo Una-Una
Kabupaten Toli-Toli
Kabupaten Sigi
Kota Palu
SULAWESI UTARA
Kabupaten Bolaang Mongondow
Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
Kabupaten Bolaang Mongondow Timur
Kabupaten Bolaang Mongondow Utara
Kabupaten Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro
Kabupaten Kepulauan Talaud
Kabupaten Minahasa
Kabupaten Minahasa Selatan
Kabupaten Minahasa Tenggara
Kabupaten Minahasa Utara
Kota Bitung
Kota Kotamobagu
Kota Manado
Kota Tomohon
SULAWESI BARAT
Kabupaten Majene
Kabupaten Mamasa
Kabupaten Mamuju
Kabupaten Mamuju Utara
Kabupaten Polewali Mandar
MALUKU
Kabupaten Buru
Kabupaten Buru Selatan
Kabupaten Kepulauan Aru
Kabupaten Maluku Barat Daya
Kabupaten Maluku Tengah
Kabupaten Maluku Tenggara
Kabupaten Maluku Tenggara Barat
Kabupaten Seram Bagian Barat
Kabupaten Seram Bagian Timur
Kota Ambon
Kota Tual
MALUKU UTARA
Kabupaten Halmahera Barat
Kabupaten Halmahera Tengah
Kabupaten Halmahera Utara
Kabupaten Halmahera Selatan
Kabupaten Kepulauan Sula
Kabupaten Halmahera Timur
Kabupaten Pulau Morotai
Kota Ternate
Kota Tidore Kepulauan
PAPUA
Kabupaten Asmat
Kabupaten Biak Numfor
Kabupaten Boven Digoel
Kabupaten Deiyai
Kabupaten Dogiyai
Kabupaten Intan Jaya
Kabupaten Jayapura
Kabupaten Jayawijaya
Kabupaten Keerom
Kabupaten Kepulauan Yapen
Kabupaten Lanny Jaya
Kabupaten Mamberamo Raya
Kabupaten Mamberamo Tengah
Kabupaten Mappi
Kabupaten Merauke
Kabupaten Mimika
Kabupaten Nabire
Kabupaten Nduga
Kabupaten Paniai
Kabupaten Pegunungan Bintang
Kabupaten Puncak
DI. YOGYAKARTA
KOTA JOGJA
PEMDA DIY
PEMDA GUNUNGKIDUL
PEMDA BANTUL
PEMDA SLEMAN
PEMDA KULONPROGO
CPNS DEPARTEMEN 2010 - 2011
Departemen Agama (Depag)
Departemen Dalam Negeri
Departemen Energi&Sumber Daya Mineral
Departemen Luar Negeri (Deplu)
Departemen Hukum Dan Hak Asasi Manusia
Departemen Kehutanan (Dephut)
Departemen Kesehatan (Depkes)
Departemen Keuangan (Depkeu)
Departemen Kelautan Dan Perikanan
Departemen Kebudayaan Dan Pariwisata
Departemen Komunikasi Dan Informatika (Depkominfo)
Departemen Pekerjaan Umum
Departemen Perhubungan (Dephub)
Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas)
Departemen Perdagangan (Depdag)
Departemen Pertanian (Deptan)
Departemen Pertahanan (Dephan)
Departemen Perindustrian
Departemen Sosial (Depsos)
Departemen Tenaga Kerja Dan Transmigrasi
CPNS DEPARTEMEN, CPNS KEMENTERIAN CPNS BADAN
BADAN KOORDINASI KELUARGA BERENCANA
BADAN KOORDINASI SURVEI DAN PEMETAAN NASIONAL
BADAN NARKOTIKA NASIONAL
BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
BADAN PERTANAHAN NASIONAL
BADAN PUSAT STATISTIK
BADAN STANDARDISASI NASIONAL
BANK INDONESIA
BAPETEN ( BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR )
BATAN ( BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL )
BKKBN ( BADAN KOORDINASI KELUARGA BERENCANA NASIONAL )
BKN ( BADAN KEPEGAWAIAN NASIONAL )
BKPM ( BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL )
BNPB ( BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA )
BPK ( BADAN PEMERIKSA KEUANGAN )
BPOM ( BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN )
BPPT ( BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI )
BADAN STANDARISASI NASIONAL
BIN
BMKG ( BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA )
BPKP ( BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN )
BPN2TKI
BPPT ( BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI )
BPS ( BIRO PUSAT STATISTIK )
BUPAR ( KEMENTERIAN BUDAYA DAN PARIWISATA )
ESDM ( KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL )
KEMENAG ( KEMENTERIAN AGAMA )
KEMENPORA ( KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAHRAGA )
KLH ( KEMETERIAN LINGKUNGAN HIDUP )
KOPERASI ( KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH )
LAN ( LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA )
MAHKAMAH KONSTITUSI
PU ( KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM )
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN ANAK
DEPHAN ( DEPARTEMEN PERTANAHAN )
DEPTAN ( DEPARTEMEN PERTANIAN )
POLRI ( KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA )
SAR ( BADAN SAR NASIONAL INDONESIA )
KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
TNI
DEPAG ( DEPARTEMEN AGAMA )
DEPKEU ( DEPARTEMEN KEUANGAN )
DEPARTEMEN PERDAGANGAN
DEPHAN
DEPKES
DEPKOMINFO ( DEPARTEMEN KOMUNIKASI DAN INFORMASI )
DEPLU ( DEPARTEMEN LUAR NEGERI )
DEPSOS ( DEPARTEMEN SOSIAL )
DKP ( DEPARTEMEN KELAUTAN DAN PERIKANAN )
ESDM ( KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBERDAYA MINERAL )
KEJAKSAAN AGUNG
KEMENKUMHAM ( KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA )
DEPDAGRI ( KEMENTERIAN DALAM NEGERI )
KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM
DEPHUT (KEMENTERIAN KEHUTANAN )
PU ( KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM )
KEMDIKNAS ( KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL )
DEPHUB (KEMENTERIAN PERHUBUNGAN )
RISTEK ( KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI )
DEPSOS ( KEMENTERIAN SOSIAL )
DEPKEU ( KEMENTRIAN KEUANGAN )
KEPOLISIAN
KOMNASHAM ( KOMISI NASIONAL HAK ASASI MANUSIA )
KOORDINATOR BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT
LAPAN ( LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL )
LAPAN ( LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA )
LEMHANAS ( LEMBAGA KETAHANAN NASIONAL )
LEMSANEG ( LEMBAGA SANDI NEGARA )
LIPI ( LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA )
LKPP ( LEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG / JASA PEMERINTAH )
LPBD-KUMKM ( LEMBAGA PENGELOLA DANA BERGULIR KOPERASI DAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH )
MAHKAMAH AGUNG
MAHKAMAH KONSTITUSI
MENKOKESRA ( KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT )
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
KEMENPERA ( PERUMAHAN RAKYAT )
PPATK ( PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN )
RISTEK
SEKRETARIAT JENDERAL KOMISI YUDISIAL
SETJEN MPR
SETNEG ( SEKERTARIAT NEGARA )
Subscribe to:
Posts (Atom)