Friday, June 18, 2010

MATERNAL AND FETAL HEALTH

maternal and fetal health


Matters Requiring Attention in Early Pregnancy:

Eat 1-2 dishes more nutritious foods in a day-especially if you're skinny, eat more vegetables and fruit, side dishes - red meat, chicken, eggs, fish, peas and beans every day.

Check regularly to pregnancy midwife or other health care workers.

Drinking from the midwife iron supplements every day to prevent bleeding during childbirth.

Receive an injection of TT 2 times during pregnancy

Using iodized salt in food every day for fetal health.

Keep doing everyday activities and exercise regularly, but take care not too tired.



The things that must be avoided For Fetal Health

Working too hard and not getting enough rest.

Indiscriminate medicine unless a doctor's prescription.

Abdominal massage.

Being around children with measles or German measles.

Smoke

Drinking alcoholic beverages

Working with and inhaling pesticides, herbicides or other chemicals.

Eating too little with monotonous menus, no food should be avoided throughout pregnancy.



First Aid Instructions To overcome the problem Lightweight During Pregnancy

Nausea or vomiting, try eating small portions but regularly although no appetite. If it still continues, the midwife may be able to give medication.

Burned-heat or in the stomach or chest cavity (stomach acid, and breathing difficulty) - Eating foods in small portions until they run out and drink lots air.Bidan might give the drug.

Rest swollen legs with her feet up for a couple of times a day. Eat regularly and less salty foods such as instant noodles tiggi. If the foot is very swollen, followed by swelling of the hands and face, immediately go for treatment.

Back Pain: It could be overcome through sports and the attitude of sitting and standing upright.

Too skinny, pale, and weak: Eat more along with side dishes such as peas, beans, chicken, milk, eggs, red meat, fish and dark green vegetables. Drinking iron capsules daily.

Constipation: Drink plenty of water, approximately 6-8 cups a day. Eat plenty of fruits, vegetables, and sweet. Many sports



Early Pregnancy danger signs

Bleeding: Lie still and call officers kesehatan.Jika bleeding occurred in the late-pregnancy after six months, immediately went to the Hospital

Acute Anemia: Feeling increasingly weak, tired quickly, and looked pale; should ask iron capsules to the health worker. Better to give birth in hospitals because of the high risk of bleeding.

Swollen feet in the last three months of pregnancy with symptoms of swollen hands, face, dizziness prolonged, or pengelihatannya be disturbed; can become serious problems-could be affected by toxemia or poisoning kehamilan.Segera went to health officials. If indeed suffer pregnancy toxemia, it is important to:

complete bed rest

Eat a healthy diet

If there is no change in symptoms, is still experiencing vision problems, swollen face and foaming at the mouth (symptoms of epilepsy), immediately went to the hospital, or they could die.

HEMODIALISA

HEMODIALISA
Hemodialisa adalah suatu teknologi tinggi sebagai terapi pengganti fungsi ginjal untuk mengeluarkan
sisa-sisa metabolisme atau racun tertentu dari peredaran darah manusia seperti air, natrium, kalium,
hydrogen, urea, kreatinin, asam urat, dan zat-zat lain melalui membran semi permeable sebagai pemisah
darah dan cairan dialisat pada ginjal buatan dimana terjadi proses difusi, osmosis dan ultra filtrasi.


PERAWATAN HEMODIALISA
1.PERAWATAN SEBELUM HEMODIALISIS (PRA HD)
Persiapan mesin
Listrik
Air (sudah melalui pengolahan)
Saluran pembuangan
Dialisat (proportioning sistim, batch sistim)
Persiapan peralatan + obat-obatan
Dialyzer/ Ginjal buatan (GB)
AV Blood line
AV fistula/abocath
Infuse set
Spuit : 50 cc, 5 cc, dll ; insulin
Heparin inj
Xylocain (anestesi local)
NaCl 0,90 %
Kain kasa/ Gaas steril
Duk steril
Sarung tangan steril
Bak kecil steril
Mangkuk kecil steril
Klem
Plester
Desinfektan (alcohol + bethadine)
Gelas ukur (mat kan)
Timbangan BB
Formulir hemodialisis
Sirkulasi darah
Cuci tangan
Letakkan GB pada holder, dengan posisi merah diatas
Hubungkan ujung putih pada ABL dengan GB ujung merah
Hubungkan ujung putih VBL dengan GB ujung biru, ujung biru VBL dihubungkan dengan alat penampung/ mat-kan
Letakkan posisi GB terbalik, yaitu yang tanda merah dibawah, biru diatas
Gantungkan NaCl 0,9 % (2-3 kolf)
Pasang infus set pada kolf NaCl
Hubungkan ujung infus set dengan ujung merah ABL atau tempat khusus
Tutup semua klem yang ada pada slang ABL, VBL, (untuk hubungan tekanan arteri, tekanan vena, pemberian obat-obatan)
Buka klem ujung dari ABL, VBL dan infus set
Jalankan Qb dengan kecepatan kurang lebih 100 ml/m
Udara yang ada dalam GB harus hilang (sampai bebeas udara) dengan cara menekan-nekan VBL
Air trap/Bubble trap diisi 2/3-3/4 bagian
Setiap kolf NaCl sesudah/ hendak mengganti kolf baru Qb dimatikan
Setelah udara dalam GB habis, hubungkan ujung ABL dengan ujung VBL, klem tetap dilepas
Masukkan heparin dalam sirkulasi darah sebanyak 1500-2000 U
Ganti kolf NaCl dengan yang baru yang telah diberi heparin 500 U dan klem infus dibuka
Jalankan sirkulasi darah + soaking (melembabkan GB) selama 10-15 menit sebelu dihubungkan dengan sirkulasi sistemik (pasien)

CATATAN !!!!
PERSIAPAN SIRKULASI
Rinsing/Membilas GB + VBL + ABL
Priming/ mengisi GB + VBL + ABL
Soaking/ melembabkan GB.
Volume priming : darah yang berada dalam sirkulasi (ABL + GB + VBL )
Cara menghitung volume priming :
Σ NaCl yang dipakai membilas dikurangi jumlah NaCl yang ada didalam mat kan (gelas tampung/ ukur)
Contoh :
∑ NaCl yang dipakai membilas : 1000 cc
∑ NaCl yang ada didalam mat kan : 750 cc
Jadi volume priming : 1000 cc – 750 cc = 250 cc
Cara melembabkan (soaking) GB Yaitu dengan menghubungkan GB dengan sirkulasi dialisat
Bila mempergunakan dialyzer reuse / pemakaian GB ulang :
Buang formalin dari kompartemen darah dan kompartemen dialisat
Hubungkan dialyzer dengan selang dialisat Biarkan kurang lebih 15 menit pada posisi rinse
Test formalin dengan tablet clinitest :
Tampung cairan yang keluar dari dialyzer atau drain
Ambil cairan  10 tts (1/2 cc), masukkan ke dalam tabung gelas, masukkan 1 tablet clinitest ke dalam tabung gelas yang sudah berisi cairan
Lihat reaksi :
Warna biru : – / negatif
Warna hijau : + / positif
Warna kuning : + / positif
Warna coklat : +/ positif
Selanjutnya mengisi GB sesuai dengan cara mengisi GB baru
Persiapan pasien
1.Persiapan mental
2.Izin hemodialisis
3.Persiapan fisik :Timbang BB, Posisi, Observasi KU (ukur TTV)

2.PERAWATAN SELAMA HEMODIALISIS (INTRA HD)
Pasien
Sarana hubungan sirkulasi/ akses sirkulasi :
Dengan internal A-V shunt/ fistula cimino
Pasien sebelumnya dianjurkan cuci lengan & tangan
Teknik aseptic + antiseptic : bethadine + alcohol
Anestesi local (lidocain inj, procain inj)
Punksi vena (outlet). Dengan AV fistula no G.14 s/d G.16/ abocath, fiksasi, tutup dengan kasa steril
Berikan bolus heparin inj (dosis awal)
Punksi inlet (fistula), fiksasi, tutup dengan kassa steril

Dengan eksternal A-V shunt (Schibner)
Desinfektan
Klem kanula arteri & vena
Bolus heparin inj (dosis awal)
Tanpa 1 & 2 (femora dll)
Desinfektan
Anestesi local
Punksi outlet/ vena (salah satu vena yang besar, biasanya di lengan).
Bolus heparin inj (dosis awal)
Fiksasi, tutup kassa steril
Punksi inlet (vena/ arteri femoralis)
Raba arteri femoralis
Tekan arteri femoralis
Vena femoralis  0,5 – 1 cm ke arah medial
Anestesi lokal (infiltrasi anetesi)
Vena femoralis dipunksi setelah anestesi lokal 3-5 menit
Fiksasi
Tutup dengan kassa steril
Memulai hemodialisis
1.Ujung ABL line dihubungkan dengan punksi inlet
2.Ujung VBL line dihubungkan dengan punksi outlet
3.Semua klem dibuka, kecuali klem infus set
4.Jalankan pompa darah (blood pump) dengan Qb  100 ml/m, sampai sirkulasi darah terisi darah semua.
5.Pompa darah (blood pump stop, sambungkan ujung dari VBL dengan punksi outlet
6.Fiksasi ABL & VBL (sehingga pasien tidak sulit untuk bergerak)
7.cairan priming diampung di gelas ukur dan jumlahnya dicatat (cairan dikeluarkan sesuai kebutuhan).
8.Jalankan pompa darah dengan Qb = 100 ml/m, setelah 15 menit bisa dinaikkan sampai 300 ml/m (dilihat dari keadaan pasien)
9.Hubungkan selang-selang untuk monitor : venous pressure, arteri pressure, hidupkan air/ blood leak detector
10.Pompa heparin dijalankan (dosis heparin sesuai keperluan). Heparin dilarutkan dengan NaCl
11.Ukur TD, Nadi setiap 1 jam. Bila keadaan pasien tidak baik/ lemah lakukan mengukur TD, N, lebih sering.
12.Isi formulir HD antara lain : Nama, Umur, BB, TD, S, N, P, Tipe GB, Cairan priming yang masuk, makan/minum, keluhan selama HD, masalah selama HD.
CATATAN !!!!
1.Permulaan HD posisi dialyzer terbalik setelah dialyzer bebas udara posisi kembalikan ke posisi sebenarnya.
2.Pada waktu menghubungkan venous line dengan punksi outlet, udara harus diamankan lebih dulu
3.Semua sambungan dikencangkan
4.Tempat-tempat punksi harus harus sering dikontrol, untuk menghindari terjadi perdarahan dari tempat punksi.

Mesin
Memprogram mesin hemodialisis :
1.Qb : 200 – 300 ml/m
2.Qd : 300 – 500 ml/m
3.Temperatur : 36-400C
4.TMP. UFR
5.Heparinisasi
Tekanan (+) /venous pressure
Trans Membran Pressure / TMP Tekanan (-) / dialysate pressure
Tekanan (+) + tekanan (-)
Tekanan / pressure :
Arterial pressure / tekanan arteri : banyaknya darah yang keluar dari tubuh
Venous pressure / tekanan vena : lancar/ tidak darah yang masuk ke dalam.

Heparinisasi
Dosis heparin :
Dosis awal : 25 – 50 U/kg BB
Dosis selanjutnya (maintenance) = 500 – 1000 U/kg BB
Cara memberikan
Kontinus
Intermiten (biasa diberikan tiap 1 jam sampai 1 jam terakhir sebelum HD selesai)
Heparinisasi umum
Kontinus :
Dosis awal : ……. U
Dosis selanjutnya : …… U
Intermitten :
Dosis awal : …… U
Dosis selanjutnya : ……. U
Heparinisasi regional
Dosis awal : …… U
Dosis selanjutnya : ….. U
Protamin : …. U
Heparin : protamin = 100 U : 1 mg
Heparin & protamin dilarutkan dengan NaCl.
Heparin diberikan/ dipasang pada selang sebelum dializer.
Protamin diberikan/ dipasang pada selang sebelum masuk ke tubuh/ VBL.
Heparinisasi minimal
Syarat-syarat :
Dialyzer khusus (kalau ada).
Qb tinggi (250 – 300 ml/m)
Dosis heparin : 500 U (pada sirkulasi darah).
Bilas dengan NaCl setiap : ½ – 1 jam
Banyaknya NaCl yang masuk harus dihitung
Jumlahnya NaCl yang masuk harus dikeluarkan dari tubuh, bisa dimasukkan ke dalam program ultrafiltrasi
CATATAN
Dosis awal : diberikan pada waktu punksi : sirkulasi sistem
Dosis selanjutnya: diberikan dengan sirkulasi (maintenance) ekstra korporeal.

PENGAMATAN OBSERVASI, MONITOR SELAMA HEMODIALISA

1.PASIEN

KU pasien
TTV
Perdarahan
Tempat punksi inlet, outlet
Keluhan/ komplikasi hemodialisis

2.MESIN & PERALATAN
Qb
Qd
Temperature
Koduktiviti
Pressure/ tekanan : arterial, venous, dialysate, UFR
Air leak & Blood leak
Heparinisasi
Sirkulasi ekstra corporeal
Sambungan-sambungan

CATATAN :
Obat menaikkan TD ( tu. pend hipotensi berat) : Efedrin 1 ampul + 10 cc aquadest kmd disuntik 2 ml/IV

3.PERAWATAN SESUDAH HEMODIALISIS (POST HD)
Mengakhiri HD
-Persiapan alat :
-Kain kasa/ gaas steril
-Plester
-Verband gulung
-Alkohol/ bethadine
-Antibiotik powder (nebacetin/ cicatrin)
-Bantal pasir (1-1/2 keram) : pada punksi femoral

Cara bekerja
1.5 menit sebelum hemodialisis berakhir Qb diturunkan sekitar 100cc/m UFR = 0
2.Ukur TD, nadi
3.Blood pump stop
4.Ujung ABL diklem, jarum inlet dicabut , bekas punksi inlet ditekan dengan kassa steril yang diberi betadine.
5.Hubungkan ujung abl dengan infus set
6.Darah dimasukkan ke dalam tubuh dengan do dorong dengan nacl sambil qb dijalankan  100 ml/m (NaCl masuk :  50 – 100 cc)
7.Setelah darah masuk ke tubuh Blood pump stop, ujun VBL diklem.
8.Jarum outlet dicabut, bekas punksi inlet & outlet ditekan dengan kassa steril yang diberi bethadine
9.Bila perdarahan pada punksi sudah berhenti, bubuhi bekas punksi inlet & outlet dengan antibiotik powder, lalu tutup dengan kain kassa/band aid lalu pasang verband.
10.Ukur TTV : TD. N, S, P
11.Timbang BB (kalau memungkinkan)
12.Isi formulir hemodialisis
CATATAN :
1.Cairan pendorong/ pembilas (NaCl) sesuai dengan kebutuhan , kalau perlu di dorong dengan udara ( harus hati-hati)
2.Penekanan bekas punksi dengan 3 jari sekitar 10 menit
3.Bekas punksi femoral lebih lama, setelah perdarahan berhenti, ditekan kembali dengan bantal pasir
4.Bekas punksi arteri penekanan harus tepat, lebih lama
5.Memakai teknik aseptik dan antiseptik

SCRIBNER
1.Pakai sarung tangan
2.Sebelum ABL & VBL dilepas dari kanula maka kanula arteri & kanula vena harus diklem lebih dulu
3.kanula arteri & vena dibilas dengan NaCl yang diberi 2500 U – 300 U heparin inj
4.Kedua sisi kanula dihubungkan kembali dengan konektor
5.Lepas klem pada kedua kanula
6.Fiksasi
7.Pasang balutan dengan sedikit kanula bisa dilihat dari luar, untuk mengetahui ada bekuan atau tidak.


ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN HEMODIALISIS

Pada pasien yang baru pertama kali hemodialisis, jika kondisi pasien memungkinkan, pasien diorientasikan pada ruangan paviliun II dan alat-alat yang ada. Selain itu pasien diberikan penjelasan ringkas tentang prosedur yang akan dijalankan, prinsip hemodialisis, diet, pembatasan cairan, perawatan cimino, hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama hemodialisis dan efek dari hemodialisis.
Pada pre hemodialisis, kegiatan perawatan meliputi : menghidupkan mesin, meyediakan alat-alat, memasang alat pada mesin, sirkulasi cairan NaCl pada mesin, mengawasi penimbangan berat badan pasien, mengukur suhu badan, mengukur tekanan darah dan menghitung denyut nadi.
Pada tahap pemasangan alat dan selama pemasangan, kegiatannya meliputi : desinfeksi daerah penusukan, pemberian anestesi lokal (kalau perlu), penusukan jarum, pemasukan heparin (bolus), selanjutnya menyambung jarum pada arteri blood line. Lalu menekan tombol BFR, membuka klem venous dan arteri blood line, memprogram penurunan berat badan, waktu pelaksanaan, venous pressure, kecepatan aliran heparin dan UFR. Kemudian menghubungkan heparin contnous ke sirkulasi, monitoring pernafasan, makan dan minum, pengaturan posisi tubuh, monitoring alat-alat dan kelancaran sirkulasi darah, mengukur tekanan darah dan menciptakan suasana ruangan untuk mengisi kegiatan pasien selama hemodialisis berlangsung.
Pada tahap penghentian hemodialisis meliputi : penghentian aliran darah, mencabut jarum inlet dan menekan bekas tusukan sambil menunggu sampai aliran darah pada venous blood line habis. Langkah selanjutnya adalah mencabut jarum out line dan menekan bekas tusukan, mengganti gaas bethadine dan fiksasi dengan plester. Setelah penghentian hemodialisis, dilakukan pengukuran tekanan darah, mengukur suhu, mengawasi penimbangan berat badan, membereskan alat-alat dan dilanjutkan dengan desinfeksi alat.
Semua kegiatan baik pada tahap pre hemodialisis selama pemasangan dan penghentian hemodialisis dilakukan oleh perawat kecuali penimbangan berat badan dan minum yang pada beberapa pasien dilakukan sendiri. Disamping itu beberapa pasien telah dapat melaporkan pada perawat apabila ada ketidakberesan pada mesin atau akses vaskular, setelah mencoba mengatasi sendiri.
Sistem pencatatan dan pelaporan yang dijalankan dalam bentuk lembaran observasi pasien yang berisi tentang : TTV sebelum atau selama dan sesudah HD, BB sebelum dan sesudah HD, dosis heparin, program penurunan BB , priming dan keluhan pasien setelah HD.
Pembuatan rencana perawatan pasien sudah berjalan dimana dalam pengkajian meliputi data fisik dan psikososial. Data psikososial yang dikaji sebatas pada adanya rasa cemas dan bosan. Intervensi keperawatan yang dilakukan mengarah kepada pemberian bantuan sepenuhnya. Hal ini dapat terlihat dari kegiatan :
a.Pada tahap persiapan
b.Pada tahap pelaksanaan
c.Pada tahap penghentian


disadur dari :
http://argakyo.blogspot.com

Thursday, March 18, 2010

INFO CPNS PEMDA 2010 , CPNS DEPARTEMEN 2010, CPNS BUMN 2010, CPNS POLRI 2010, CPNS TNI 2010, FORMASI CPNS PEMDA 2010 - 2011,FORMASI CPNS DEPARTEMEN 20

membantu meng- UPDATE PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL ( CPNS ) di lingkungan pemerintah daerah, pemerintah kota, departemen, BUMN, Polri dan TNI tahun 2010, silahkan anda memantau pada link yang akan saya berikan. semoga bermanfaat dan sukses untuk kalian semua.
semua KUMPULAN PENGUMUMAN CPNSD SEMUA PEMKOT DAN PEMDA 2010 - 2011 TERANGKUM DISINI

CPNS 2010 PEMERINTAH DAERAH ( PEMDA)dan PEMERINTAH KOTA ( PEMKOT )


PROVINSI ACEH


1 Kabupaten Aceh Barat

2 Kabupaten Aceh Barat Daya

3 Kabupaten Aceh Besar

4 Kabupaten Aceh Jaya

5 Kabupaten Aceh Selatan

6 Kabupaten Aceh Singkil

7 Kabupaten Aceh Tamiang

8 Kabupaten Aceh Tengah

9 Kabupaten Aceh Tenggara

10 Kabupaten Aceh Timur

11 Kabupaten Aceh Utara

12 Kabupaten Bener Meriah

13 Kabupaten Bireuen

14 Kabupaten Gayo Lues

15 Kabupaten Nagan Raya

16 Kabupaten Pidie

17 Kabupaten Pidie Jaya

18 Kabupaten Simeulue

19 Kota Banda Aceh

20 Kota Langsa

21 Kota Lhokseumawe

22 Kota Sabang

23 Kota Subulussalam


SUMATERA UTARA

No. Kabupaten/Kota

1 Kabupaten Asahan

2 Kabupaten Batubara

3 Kabupaten Dairi

4 Kabupaten Deli Serdang

5 Kabupaten Humbang Hasundutan

6 Kabupaten Karo

7 Kabupaten Labuhanbatu

8 Kabupaten Labuhanbatu Selatan

9 Kabupaten Labuhanbatu Utara

10 Kabupaten Langkat

11 Kabupaten Mandailing Natal

12 Kabupaten Nias

13 Kabupaten Nias Barat

14 Kabupaten Nias Selatan

15 Kabupaten Nias Utara

16 Kabupaten Padang Lawas

17 Kabupaten Padang Lawas Utara

18 Kabupaten Pakpak Bharat

19 Kabupaten Samosir

20 Kabupaten Serdang Bedagai

21 Kabupaten Simalungun

22 Kabupaten Tapanuli Selatan

23 Kabupaten Tapanuli Tengah

24 Kabupaten Tapanuli Utara

25 Kabupaten Toba Samosir

26 Kota Binjai

27 Kota Gunungsitoli

28 Kota Medan

29 Kota Padangsidempuan

30 Kota Pematangsiantar

31 Kota Sibolga

32 Kota Tanjungbalai

33 Kota Tebing Tinggi


SUMATERA BARAT

No. Kabupaten/Kota

1 Kabupaten Agam

2 Kabupaten Dharmasraya

3 Kabupaten Kepulauan Mentawai

4 Kabupaten Lima Puluh Kota

5 Kabupaten Padang Pariaman

6 Kabupaten Pasaman

7 Kabupaten Pasaman Barat

8 Kabupaten Pesisir Selatan

9 Kabupaten Sijunjung

10 Kabupaten Solok

11 Kabupaten Solok Selatan

12 Kabupaten Tanah Datar

13 Kota Bukittinggi

14 Kota Padang

15 Kota Padangpanjang

16 Kota Pariaman

17 Kota Payakumbuh

18 Kota Sawahlunto

19 Kota Solok



BENGKULU


Kabupaten Bengkulu Selatan

Kabupaten Bengkulu Tengah

Kabupaten Bengkulu Utara

Kabupaten Kaur

Kabupaten Kepahiang

Kabupaten Lebong

Kabupaten Mukomuko

Kabupaten Rejang Lebong

Kabupaten Seluma

Kota Bengkulu


JAMBI

Kabupaten Batanghari

Kabupaten Bungo

Kabupaten Kerinci

Kabupaten Merangin

Kabupaten Muaro Jambi

Kabupaten Sarolangun

Kabupaten Tanjung Jabung Barat

Kabupaten Tanjung Jabung Timur

Kabupaten Tebo

Kota Jambi

Kota Sungai Penuh


RIAU

Kabupaten Bengkalis

Kabupaten Indragiri Hilir

Kabupaten Indragiri Hulu

Kabupaten Kampar

Kabupaten Kuantan Singingi

Kabupaten Pelalawan

Kabupaten Rokan Hilir

Kabupaten Rokan Hulu

Kabupaten Siak

Kabupaten Kepulauan Meranti

Kota Dumai

Kota Pekanbaru


SUMATERA SELATAN


Kabupaten Banyuasin

Kabupaten Empat Lawang

Kabupaten Lahat

Kabupaten Muara Enim

Kabupaten Musi Banyuasin

Kabupaten Musi Rawas

Kabupaten Ogan Ilir

Kabupaten Ogan Komering Ilir

Kabupaten Ogan Komering Ulu

Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan

Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur

Kota Lubuklinggau

Kota Pagar Alam

Kota Palembang

Kota Prabumulih


LAMPUNG

Kabupaten Lampung Barat

Kabupaten Lampung Selatan

Kabupaten Lampung Tengah

Kabupaten Lampung Timur

Kabupaten Lampung Utara

Kabupaten Mesuji

Kabupaten Pesawaran

Kabupaten Pringsewu

Kabupaten Tanggamus

Kabupaten Tulang Bawang

Kabupaten Tulang Bawang Barat

Kabupaten Way Kanan

Kota Bandar Lampung

Kota Metro


KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

Kabupaten Bangka

Kabupaten Bangka Barat

Kabupaten Bangka Selatan

Kabupaten Bangka Tengah

Kabupaten Belitung

Kabupaten Belitung Timur

Kota Pangkal Pinang


KEPULAUAN RIAU

Kabupaten Bintan

Kabupaten Karimun

Kabupaten Kepulauan Anambas

Kabupaten Lingga

Kabupaten Natuna

Kota Batam

Kota Tanjung Pinang


BANTEN

Kabupaten Lebak

Kabupaten Pandeglang

Kabupaten Serang

Kabupaten Tangerang

Kota Cilegon

Kota Serang

Kota Tangerang

Kota Tangerang Selatan



JAWA BARAT

Kabupaten Bandung

Kabupaten Bandung Barat

Kabupaten Bekasi

Kabupaten Bogor

Kabupaten Ciamis

Kabupaten Cianjur

Kabupaten Cirebon

Kabupaten Garut

Kabupaten Indramayu

Kabupaten Karawang

Kabupaten Kuningan

Kabupaten Majalengka

Kabupaten Purwakarta

Kabupaten Subang

Kabupaten Sukabumi

Kabupaten Sumedang

Kabupaten Tasikmalaya

Kota Bandung

Kota Banjar

Kota Bekasi

Kota Bogor

Kota Cimahi

Kota Cirebon

Kota Depok

Kota Sukabumi

Kota Tasikmalaya


DKI JAKARTA

Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu

Kota Administrasi Jakarta Barat

Kota Administrasi Jakarta Pusat

Kota Administrasi Jakarta Selatan

Kota Administrasi Jakarta Timur

Kota Administrasi Jakarta Utara


JAWA TENGAH

Kabupaten Banjarnegara

Kabupaten Banyumas

Kabupaten Batang

Kabupaten Blora

Kabupaten Boyolali

Kabupaten Brebes

Kabupaten Cilacap

Kabupaten Demak

Kabupaten Grobogan

Kabupaten Jepara

Kabupaten Karanganyar

Kabupaten Kebumen

Kabupaten Kendal

Kabupaten Klaten

Kabupaten Kudus

Kabupaten Magelang

Kabupaten Pati

Kabupaten Pekalongan

Kabupaten Pemalang

Kabupaten Purbalingga

Kabupaten Purworejo

Kabupaten Rembang

Kabupaten Semarang

Kabupaten Sragen

Kabupaten Sukoharjo

Kabupaten Tegal

Kabupaten Temanggung

Kabupaten Wonogiri

Kabupaten Wonosobo

Kota Magelang

Kota Pekalongan

Kota Salatiga

Kota Semarang

Kota Surakarta

Kota Tegal


JAWA TIMUR


Kabupaten Bangkalan

Kabupaten Banyuwangi

Kabupaten Blitar

Kabupaten Bojonegoro

Kabupaten Bondowoso

Kabupaten Gresik

Kabupaten Jember

Kabupaten Jombang

Kabupaten Kediri

Kabupaten Lamongan

Kabupaten Lumajang

Kabupaten Madiun

Kabupaten Magetan

Kabupaten Malang

Kabupaten Mojokerto

Kabupaten Nganjuk

Kabupaten Ngawi

Kabupaten Pacitan

Kabupaten Pamekasan

Kabupaten Pasuruan

Kabupaten Ponorogo

Kabupaten Probolinggo

Kabupaten Sampang

Kabupaten Sidoarjo

Kabupaten Situbondo

Kabupaten Sumenep

Kabupaten Trenggalek

Kabupaten Tuban

Kabupaten Tulungagung

Kota Batu[8]

Kota Blitar

Kota Kediri

Kota Madiun

Kota Malang

Kota Mojokerto

Kota Pasuruan

Kota Probolinggo

Kota Surabaya



BALI

Kabupaten Badung

Kabupaten Bangli

Kabupaten Buleleng

Kabupaten Gianyar

Kabupaten Jembrana

Kabupaten Karangasem

Kabupaten Klungkung

Kabupaten Tabanan

Kota Denpasar


NUSA TENGGARA BARAT

Kabupaten Bima

Kabupaten Dompu

Kabupaten Lombok Barat

Kabupaten Lombok Tengah

Kabupaten Lombok Timur

Kabupaten Lombok Utara

Kabupaten Sumbawa

Kabupaten Sumbawa Barat

Kota Bima

Kota Mataram


NUSA TENGGARA TIMUR

Kabupaten Alor

Kabupaten Belu

Kabupaten Ende

Kabupaten Flores Timur

Kabupaten Kupang

Kabupaten Lembata

Kabupaten Manggarai

Kabupaten Manggarai Barat

Kabupaten Manggarai Timur

Kabupaten Ngada

Kabupaten Nagekeo

Kabupaten Rote Ndao

Kabupaten Sabu Raijua

Kabupaten Sikka

Kabupaten Sumba Barat

Kabupaten Sumba Barat Daya

Kabupaten Sumba Tengah

Kabupaten Sumba Timur

Kabupaten Timor Tengah Selatan

Kabupaten Timor Tengah Utara

Kota Kupang



KALIMANTAN BARAT

Kabupaten Bengkayang

Kabupaten Kapuas Hulu

Kabupaten Kayong Utara

Kabupaten Ketapang

Kabupaten Kubu Raya

Kabupaten Landak

Kabupaten Melawi

Kabupaten Pontianak

Kabupaten Sambas

Kabupaten Sanggau

Kabupaten Sekadau

Kabupaten Sintang

Kota Pontianak

Kota Singkawang


KALIMANTAN SELATAN

Kabupaten Balangan

Kabupaten Banjar

Kabupaten Barito Kuala

Kabupaten Hulu Sungai Selatan

Kabupaten Hulu Sungai Tengah

Kabupaten Hulu Sungai Utara

Kabupaten Kotabaru

Kabupaten Tabalong

Kabupaten Tanah Bumbu

Kabupaten Tanah Laut

Kabupaten Tapin

Kota Banjarbaru

Kota Banjarmasin


KALIMANTAN TENGAH

Kabupaten Barito Selatan

Kabupaten Barito Timur

Kabupaten Barito Utara

Kabupaten Gunung Mas

Kabupaten Kapuas

Kabupaten Katingan

Kabupaten Kotawaringin Barat

Kabupaten Kotawaringin Timur

Kabupaten Lamandau

Kabupaten Murung Raya

Kabupaten Pulang Pisau

Kabupaten Sukamara

Kabupaten Seruyan

Kota Palangka Raya



KALIMANTAN TIMUR

Kabupaten Berau

Kabupaten Bulungan

Kabupaten Kutai Barat

Kabupaten Kutai Kartanegara

Kabupaten Kutai Timur

Kabupaten Malinau

Kabupaten Nunukan

Kabupaten Paser

Kabupaten Penajam Paser Utara

Kabupaten Tana Tidung

Kota Balikpapan

Kota Bontang

Kota Samarinda

Kota Tarakan


GORONTALO

Kabupaten Boalemo

Kabupaten Bone Bolango

Kabupaten Gorontalo

Kabupaten Gorontalo Utara

Kabupaten Pohuwato

Kota Gorontalo


SULAWESI SELATAN

Kabupaten Bantaeng

Kabupaten Barru

Kabupaten Bone

Kabupaten Bulukumba

Kabupaten Enrekang

Kabupaten Gowa

Kabupaten Jeneponto

Kabupaten Kepulauan Selayar

Kabupaten Luwu

Kabupaten Luwu Timur

Kabupaten Luwu Utara

Kabupaten Maros

Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan

Kabupaten Pinrang

Kabupaten Sidenreng Rappang

Kabupaten Sinjai

Kabupaten Soppeng

Kabupaten Takalar

Kabupaten Tana Toraja

Kabupaten Toraja Utara

Kabupaten Wajo

Kota Makassar

Kota Palopo

Kota Parepare



SULAWESI TENGGARA

Kabupaten Bombana

Kabupaten Buton

Kabupaten Buton Utara

Kabupaten Kolaka

Kabupaten Kolaka Utara

Kabupaten Konawe

Kabupaten Konawe Selatan

Kabupaten Konawe Utara

Kabupaten Muna

Kabupaten Wakatobi

Kota Bau-Bau

Kota Kendari



SULAWESI TENGAH

Kabupaten Banggai

Kabupaten Banggai Kepulauan

Kabupaten Buol

Kabupaten Donggala

Kabupaten Morowali

Kabupaten Parigi Moutong

Kabupaten Poso

Kabupaten Tojo Una-Una

Kabupaten Toli-Toli

Kabupaten Sigi

Kota Palu


SULAWESI UTARA

Kabupaten Bolaang Mongondow

Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan

Kabupaten Bolaang Mongondow Timur

Kabupaten Bolaang Mongondow Utara

Kabupaten Kepulauan Sangihe

Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro

Kabupaten Kepulauan Talaud

Kabupaten Minahasa

Kabupaten Minahasa Selatan

Kabupaten Minahasa Tenggara

Kabupaten Minahasa Utara

Kota Bitung

Kota Kotamobagu

Kota Manado

Kota Tomohon



SULAWESI BARAT

Kabupaten Majene

Kabupaten Mamasa

Kabupaten Mamuju

Kabupaten Mamuju Utara

Kabupaten Polewali Mandar


MALUKU

Kabupaten Buru

Kabupaten Buru Selatan

Kabupaten Kepulauan Aru

Kabupaten Maluku Barat Daya

Kabupaten Maluku Tengah

Kabupaten Maluku Tenggara

Kabupaten Maluku Tenggara Barat

Kabupaten Seram Bagian Barat

Kabupaten Seram Bagian Timur

Kota Ambon

Kota Tual


MALUKU UTARA

Kabupaten Halmahera Barat

Kabupaten Halmahera Tengah

Kabupaten Halmahera Utara

Kabupaten Halmahera Selatan

Kabupaten Kepulauan Sula

Kabupaten Halmahera Timur

Kabupaten Pulau Morotai

Kota Ternate

Kota Tidore Kepulauan


PAPUA

Kabupaten Asmat

Kabupaten Biak Numfor

Kabupaten Boven Digoel

Kabupaten Deiyai

Kabupaten Dogiyai

Kabupaten Intan Jaya

Kabupaten Jayapura

Kabupaten Jayawijaya

Kabupaten Keerom

Kabupaten Kepulauan Yapen

Kabupaten Lanny Jaya

Kabupaten Mamberamo Raya

Kabupaten Mamberamo Tengah

Kabupaten Mappi

Kabupaten Merauke

Kabupaten Mimika

Kabupaten Nabire

Kabupaten Nduga

Kabupaten Paniai

Kabupaten Pegunungan Bintang

Kabupaten Puncak





DI. YOGYAKARTA


KOTA JOGJA

PEMDA DIY

PEMDA GUNUNGKIDUL

PEMDA BANTUL

PEMDA SLEMAN

PEMDA KULONPROGO



CPNS DEPARTEMEN 2010 - 2011


Departemen Agama (Depag)

Departemen Dalam Negeri

Departemen Energi&Sumber Daya Mineral

Departemen Luar Negeri (Deplu)

Departemen Hukum Dan Hak Asasi Manusia

Departemen Kehutanan (Dephut)

Departemen Kesehatan (Depkes)

Departemen Keuangan (Depkeu)

Departemen Kelautan Dan Perikanan

Departemen Kebudayaan Dan Pariwisata

Departemen Komunikasi Dan Informatika (Depkominfo)

Departemen Pekerjaan Umum

Departemen Perhubungan (Dephub)

Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas)

Departemen Perdagangan (Depdag)

Departemen Pertanian (Deptan)


Departemen Pertahanan (Dephan)

Departemen Perindustrian

Departemen Sosial (Depsos)

Departemen Tenaga Kerja Dan Transmigrasi

CPNS DEPARTEMEN, CPNS KEMENTERIAN CPNS BADAN

BADAN KOORDINASI KELUARGA BERENCANA

BADAN KOORDINASI SURVEI DAN PEMETAAN NASIONAL

BADAN NARKOTIKA NASIONAL

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN

BADAN PERTANAHAN NASIONAL

BADAN PUSAT STATISTIK

BADAN STANDARDISASI NASIONAL

BANK INDONESIA

BAPETEN ( BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR )

BATAN ( BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL )

BKKBN ( BADAN KOORDINASI KELUARGA BERENCANA NASIONAL )

BKN ( BADAN KEPEGAWAIAN NASIONAL )

BKPM ( BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL )

BNPB ( BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA )

BPK ( BADAN PEMERIKSA KEUANGAN )

BPOM ( BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN )

BPPT ( BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI )

BADAN STANDARISASI NASIONAL

BIN

BMKG ( BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA )

BPKP ( BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN )

BPN2TKI

BPPT ( BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI )

BPS ( BIRO PUSAT STATISTIK )

BUPAR ( KEMENTERIAN BUDAYA DAN PARIWISATA )

ESDM ( KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL )

KEMENAG ( KEMENTERIAN AGAMA )

KEMENPORA ( KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAHRAGA )

KLH ( KEMETERIAN LINGKUNGAN HIDUP )

KOPERASI ( KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH )

LAN ( LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA )

MAHKAMAH KONSTITUSI

PU ( KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM )

KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN ANAK

DEPHAN ( DEPARTEMEN PERTANAHAN )

DEPTAN ( DEPARTEMEN PERTANIAN )

POLRI ( KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA )

SAR ( BADAN SAR NASIONAL INDONESIA )

KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI

TNI

DEPAG ( DEPARTEMEN AGAMA )

DEPKEU ( DEPARTEMEN KEUANGAN )

DEPARTEMEN PERDAGANGAN

DEPHAN

DEPKES

DEPKOMINFO ( DEPARTEMEN KOMUNIKASI DAN INFORMASI )

DEPLU ( DEPARTEMEN LUAR NEGERI )

DEPSOS ( DEPARTEMEN SOSIAL )

DKP ( DEPARTEMEN KELAUTAN DAN PERIKANAN )

ESDM ( KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBERDAYA MINERAL )

KEJAKSAAN AGUNG

KEMENKUMHAM ( KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA )

DEPDAGRI ( KEMENTERIAN DALAM NEGERI )

KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM

DEPHUT (KEMENTERIAN KEHUTANAN )

PU ( KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM )

KEMDIKNAS ( KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL )

DEPHUB (KEMENTERIAN PERHUBUNGAN )

RISTEK ( KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI )

DEPSOS ( KEMENTERIAN SOSIAL )

DEPKEU ( KEMENTRIAN KEUANGAN )

KEPOLISIAN

KOMNASHAM ( KOMISI NASIONAL HAK ASASI MANUSIA )

KOORDINATOR BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT

LAPAN ( LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL )

LAPAN ( LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA )

LEMHANAS ( LEMBAGA KETAHANAN NASIONAL )

LEMSANEG ( LEMBAGA SANDI NEGARA )

LIPI ( LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA )

LKPP ( LEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG / JASA PEMERINTAH )

LPBD-KUMKM ( LEMBAGA PENGELOLA DANA BERGULIR KOPERASI DAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH )

MAHKAMAH AGUNG

MAHKAMAH KONSTITUSI

MENKOKESRA ( KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT )

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

KEMENPERA ( PERUMAHAN RAKYAT )

PPATK ( PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN )

RISTEK

SEKRETARIAT JENDERAL KOMISI YUDISIAL

SETJEN MPR

SETNEG ( SEKERTARIAT NEGARA )