Wednesday, July 27, 2011

Penyakit HEPATITIS

Hepatitis adalah merupakan salah satu penyakit dalam. Hepatitis akan menjadi sebuah penyakit yang mebahayakan jika tidak segera ditangani dari awal.
hepatitis adalah sebuah peradangan yang menyerang organ tubuh kita yaitu Hati dan Liver. hepatitis itu sendiri ada beberapa macam, yang antara lain : Hepatitis A, Hepatitis B, Hepatitis C, Hepatitis D, Hepatitis E, Hepatitis F dan Hepatitis G.
Hepatitis A sering mewabah didaerah yang biasanya kehigientas dan kebersihan juga sanitasinya kurang terjaga dengan baik. bisa juga terjadi jika seseorang memiliki kebiasaan beli makanan dan minuman disembarang tempat.
Hepatitis B merupakan jenis yang paling serius dapat ditimbulkan oleh Virus Hepatitis. Hepatitis jenis ini dapat memberikan resiko sirosis ( Pengerutan Hati ) dan kangker hati. virus ini dapat menular melalui kontak seksual, terkena cairan tubuh dari orang yang terinfeksi serta dari ibu ke janinya saat hamil.
Hepatitis C sama juga seperti Hepatitis B yaitu penyebab utama Hepatitis akut serta penyakit hati kronis. cara penularanya adalah melalui darah. sebagai contoh transfusi dan berbagi jarum suntik dengan penderita hepatitis C. masa inkubasi paling cepat selama 2 minggu hingga 2 bulan dan setelah itu barulah tampak gejala-gejalanya. hepatitis C ini mempunyai tingkatan keparahan yang bervaiasi, mulai dari yang dapat sembuh sendiri secara total, berkembang menjadi penyakit menahun hingga mengakibatkan gagal fungsi hati.
di masyarakat Hepatitis sering juga disebut dengan penyakit kuning. disebut begitu karena dari gejala fisik diantara bagian mata, kuku dan bagian putih mata berwarna kuning. air seninya pun berubah warna menjadi gelap seperti teh.
namun gejala itupun tidak begitu spesifik sehingga sering tidak disadari oleh penderitanya. yang antara lain seperti demam ringan , lemah, lesu, mual, muntah, tidak nafsu makan dan kebutuhan tidurnya menjadi meningkat.
cara penjegahan dari masing- masing Hepatitis pun berbeda-beda tergantung kepada cara penularanya. sebagai contoh untuk Hepatitis A, penyakit ini dapat kita cegah dengan cara mencuci tangan menggunakan sabun setiap habis buang air besar, menjaga kualitas air minum serta membuat tempat sanitasi yang baik.
untuk Hepatitis B dan C, cara pencegahanya dapat dilakukan dengan cara melakukan hubungan seks dengan aman dan sehat, menggunakan pelindung kepada orang yang pekerjaanya berhubungan dengan darah ( petugas kesehatan ) serta tidak menggunakan barang orang lain.
Pencegahan Hepatitis juga diberikan dengan cara imunisasi yang merupakan sebuah vaksinasi untuk menghasilkan anti body atau zat kekebalan tubuh yang berguna untuk mencegah penularan virus.
jaga selalu kesehatan kita dan jagan biarkan Hepatitis menjadi bagian dari hidup kita

Sunday, July 24, 2011

Diare (mencret) dan Pengobatanya

sering kali kita mendengar penyakit Diare, yang umumnya terjadi pada anak-anak bahkan orang dewasa. apakah diare itu ? dan bagaimana cara pengobatanya ?, mari sama-sama kita belajar tentang diare.

Diare terjadi karena adanya rangsangan yang berlebihan pada mukosa usus sehingga gerakan otot usus meningkat dan makanan kurang terserap secara sempurna. Diare termasuk gangguan perncernaan yang paling sering muncul terutama pada anak-anak. Gejala yang biasanya ditemukan adalah buang air besar terus menerus disertai mual dan muntah
Diare akut kalau anak mencret lebih dari 4 kali sehari. Penyebabnya bisa infeksi, bisa juga hanya karena salah makan, sebagai contoh makanan yang tidak sesuai dengan usia anak, misalnya sudah diberikan makan padat sebelum waktunya.
Faktor kebersihan juga menjadi sebab diare. Diare yang disebabkan bakteri atau salah makan adalah penyebab utama gangguan pencernaan pada anak di bawah 5 tahun (Balita). Selain itu, ada juga diare akibat cacingan.

Pengobatan Diare / mencret
Pengobatan diare yang paling dianjurkan adalah memberikan oralit. Tidak ada anak yang meninggal karena diare, yang ada meninggal karena dehidrasi. Jadi, yang perlu diwaspadai bukan diarenya, melainkan dehidrasinya. Selama cairan tubuhnya cukup, tak perlu khawatir. Salah satu indikator dehidrasi adalah buang air kecilnya.
Selama kencingnya cukup, berarti tidak ada dehidrasi. Berikan oralit, karena sudah disesuaikan dengan cairan yang dikeluarkan melalui BAB.
Perawatan untuk diare mengharuskan pasien mengonsumsi sejumlah air yang mencukupi untuk menggantikan cairan yang hilang, lebih baik bila dicampur dengan elektrolit untuk menyediakan garam yang dibutuhkan dan sejumlah nutrisi Untuk banyak orang, perawatan lebih lanjut dan medikasi resmi tidak dibutuhkan.

Oralit mengandung glukose, natrium, kalium, dan bikarbonat untuk menggantikan cairan yang hilang lewat BAB. Sementara pada air putih, natrium dan kaliumnya turun. Anak malah bisa kejang, kembung, dan lemas kalau hanya tergantikan airnya saja. Yang juga harus diperhatikan, jangan menyamakan komposisi oralit untuk anak dan dewasa. “Pada anak, natriumnya lebih rendah. Jadi, kalau mencretnya 2 sendok, jangan memberikan oralit segelas, mencret setengah gelas, jangan memberikan oralit tiga gelas. Jadinya malah hipernatrium, bisa-bisa anak mengalami koma. Kebutuhan cairan disesuaikan dengan oralit.

LEPTOSPIROSIS

LEPTOSPIROSIS

Devinisi Leptospirosis adalah sekelompok infeksi yang terdiri dari Sindroma Weil, Jaundice Spiroketal (sakit kuning) dan Demam Kanikola.

PENYEBAB LEPTOSPIROSIS

Bakteri Leptospira. Leptospirosis terjadi pada banyak binatang buas. Beberapa binatang bertindak sebagai pembawa dan mengeluarkan bakteri dalam air kemihnya (air kencing tikus), sedangkan yang lainnya bisa menjadi sakit dan mati. Manusia mendapatkan infeksi ini melalui kontak dengan binatang atau air kemihnya. Meskipun leptospirosis merupakan penyakit karena pekerjaan pada petani, pekerja di tempat pemotongan hewan dan pekerja selokan (comberan), tetapi banyak orang-orang yang terinfeksi karena kegiatan tertentu seperti berenang di air yang terkontaminasi.

GEJALA LEPTOSPIROSIS
Gejala-gejala biasanya timbul dalam waktu 2-20 hari setelah terinfeksi bakteri. Biasanya penyakit dimulai secara tiba-tiba denagn adanya demam, sakit kepala, nyeri otot hebat dan menggigil. Gejala paru-paru (batuk darah) terjadi pada 10-15% penderita. Episode demam dan menggigil, yang sering mencapai 38,9?Celsius berlangsung selama 4-9 hari. Konjungtivitis (infeksi selaput bola mata dan kelopak mata) muncul pada hari ketiga atau keempat.
Demam akan menghilang selama beberapa hari, tetapi akan muncul lagi bersama-sama dengan gejala lainnya pada hari ke-6 atau ke-12. Pada saat ini, biasanya terjadi peradangan selaput otak (meningitis), menyebabkan kaku kuduk, sakit kepala dan kadang-kadang penurunan kesadaran (stupor atau koma).
Gejala-gejala ini bukan sebagai akibat dari infeksi pada selaput otak, tetapi merupakan akibat dari peradangan yang disebabkan oleh efek racun pada tubuh yang mencoba menghancurkan bakteri. Seorang wanita hamil yang terinfeksi leptospirosis bisa mengalami keguguran.
Sindroma Weil
Merupakan bentuk yang lebih berat dari leptospirosis yang menyebabkan demam yang terus menerus, penurunan kesadaran dan berkurangnya kemampuan darah untuk membeku sehingga terjadi perdarahan dalam jaringan. Gejala awal dari sindroma Weil lebih ringan dari leptospirosis.
Pemeriksaan darah menunjukkan adanya anemia. Pada kari ke-3 sampai hari ke-6, muncul tanda-tanda kerusakan ginjal dan hati. Penderita akan merasakan sakit saat berkemih atau air kemihnya berdarah. Kerusakan hati biasanya ringan dan akan sembuh total. Penderita yang tidak mengalami sakit kuning biasanya akan sembuh. Sakit kuning menunjukkan adanya gangguan hati dan akan meningkatkan resiko kematian sampai 10% pada penderita diatas 60 tahun.

DIAGNOSA LEPTOSPIROSIS

Diagnosis ditegakkan dengan ditemukannya bakteri pada biakan darah, air kemih atau cairan serebrospinal; atau dengan ditemukannya antibodi terhadap bakteri di dalam darah.

PENGOBATAN LEPTOSPIROSIS
Bila terjadi wabah, bisa diberikan antibiotik doksisiklin untuk pencegahan. Untuk mengobati penyakitnya, diberikan penisilin, ampisilin atau antibiotik lainnya yang serupa. Pada kasus yang berat antibiotik diberikan secara intravena (melalui pembuluh darah).

PENCEGAHAN LEPTOSPIROSIS
Penderita tidak perlu di isolasi, tetapi harus berhati-hati pada saat menangani dan membuang air kemihnya.