Showing posts with label UROLITHIASIS. Show all posts
Showing posts with label UROLITHIASIS. Show all posts

Tuesday, April 5, 2011

PENYAKIT BATU KANDUNG KEMIH ( UROLITHIASIS )

PENYAKIT BATU KANDUNG KEMIH ( UROLITHIASIS )
A. DEFINISI
Urolithiasis adalah suatu kedaruratan terjadinya penumpukan oksalat, calculi (batu ginjal) pada ureter atau pada daerah ginjal. Gejala rasa sakit yang berlebihan pada pinggang, nausea, muntah, demam, hematuria. Lebih banyak terjadi pada laki-laki dibanging wanita dengan perbandingan 3:1 dalam usia 30-60 tahun. Urine berwarna keruh seperti teh atau merah.

Vesikolithiasis (batu kandung kemih) adalah terdapatnya batu di kandung kemih. Vesikolithiasis mengacu pada adanya batu/kalkuli dalam vesika urinaria. Batu dibentuk dalam saluran perkemihan (vesika urinaria) ketika kepekatan urine terhadap substansi, yaitu kalsium oksalat, kalsium fosfat, asam urat mengalami peningkatan. Batu perkemihan (urolithiasis) dapat timbul pada berbagai tingkat dari sistem perkemihan (ginjal, ureter, kandung kemih), tapi yang paling sering ditemukan di dalam ginjal (nephrollihiasis). Kira-kira satu pertiga dari individu yang menderita pada saluran kemih atas akan mengalami pengangkatan ginjal yang dijangkiti.
B. ETIOLOGI
Teori pembentukan batu: 1). Teori inti (nukleus): kristal dan benda asing merupakan tempat pengendapan kristal pada urin yang sudah mengalami supersaturasi. 2) Teori matrik Matrik organik yang berasal dari serum atau protein-protein urin memberikan kemungkinan pengendapan kristal. 3) Teori inhibitor kristalisasi: Beberapa substansi dalam urin menghambat terjadinya kristalisasi, konsentrasi yang atau absennya ini memungkinkan terjadinya kristalisasi. Hampir dari setengahnya kasus batu pada perkemihan adalah idiopatik. Faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap kalkuligenesis atau proses pembentukan batu si dalam vesika urinaria, antara lain: ¬ Gangguan aliran air kemih/obstruksi dan statis urin ¬ Gangguan metabolisme ¬ Infeksi saluran kemih oleh mikroorganisme berdaya membuat urease( Proteus Mirabilis). Infeksi saluran kemih dapat menyebabkan nekrosis jaringan ginjal atau saluran kemih lain (vesika urinaria) dan akan menjadi inti pembentukan batu saluran kemih. ¬ Benda asing ¬ Jaringan mati ( nekrosis papil) ¬ Jenis kelamin Data menunjukkan bahwa batu saluran kemih lebih banyak ditemukan pada pria. ¬ Keturunan Ternyata anggota keluarga dengan batu saluran kemih lebih banyak mempunyai kesempatan untuk menderita batu saluran kemih daripada yang lain. ¬ Air minum Memperbanyak diuresis dengan cara banyak minum akan mengurangi kemungkinan terbentuknya batu, sedangkan bila kurang air minum menyebabkan kadar semua substansi dalam urin akan meningkat dan akan mempermudah pembentukan batu. Kejenuhan air sesuai dengan kadar mineralnya terutama kalsium diperkirakan mempengaruhi terbentuknya batu saluran kencing. ¬ Pekerjaan Pekerja-pekerja keras yang banyak bergerak seperti buruh dan petani akan mengurangi kemungkinan terjadinya batu saluran kemih bila dibandingkan dengan pekerja yang banyak duduk. ¬ Makanan Masyarakat yang banyak mengkonsumsi protein hewani angka morbiditas batu saluran kencing berkurang, sedangkan pada masyarakat dengan kondisi sosial ekonomi rendah lebih sering terjadi. Penduduk vegetarian yang kurang makan putih telur sering menderita batu saluran kemih (vesika urinaria dab uretra). ¬ Suhu Tempat yang bersuhu panas menyebabkan banyak mengeluarkan keringat, akan mengurangi produksi urin dan mempermudah pembentukan batu saluran kemih.
C. PATOFISIOLOGI
Batu dalam perkemihan berasal dari obstruksi saluran kemih, obstruksi mungkin terjadi hanya parsial atau lengkap. Obstruksi yang lengkap bisa menjadi hidronefrosis yang disertai tanda-tanda dan gejala-gejalanya. Proses patofisiologisnya sifatnya mekanis. Urolithiasis merupakan kristalisasi dari mineral dari matriks seputar, seperti pus, darah, jaringan yang tidak vital, tumor atau urat. Peningkatan konsentrasi larutan urin akibat intake cairan rendah dan juga peningkatan bahan-bahan organik akibat ISK atau urin statis, mensajikan sarang untuk pembentukan batu. Di tambah adanya infeksi meningkatkan ke basahan urin (oleh produksi amonium), yang berakibat presipitasi kalsium fosfat dan magnesium amonium fosfat. Komposisi kalkulus Renalis dan faktor-faktor yang mendorong adalah: No Komposisi/macam batu Faktor-faktor pendukung/penyebab 1 Calcium (oksalat dan fosfat) Hiperkalsemia Hiperkasiuri Dampak dari Hiperparatiroidisme Intoksikasi Vitamin D Penyakit Tulang yang parah Asidosis Tubulus Renalis Intake steroid purine Ph urin tinggi dan volume urine rendah 2 Asam urin (Gout) Diet tinggi purine dan ph urin rendah Volume urin rendah 3 Cystine dan xanthine Cystinuria dampak dari gangguan genetika dari metabolisme asam amino dan xanthineuria Mekanisme pembentukan batu ginjal atau saluran kemih tidak diketahui secara pasti, akan tetapi beberapa buku menyebutkan proses terjadinya batu dapat disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut : a. Adanya presipitasi garam-garam yang larut dalam air seni, dimana apabila air seni jenuh akan terjadi pengendapan. b. Adanya inti ( nidus ). Misalnya ada infeksi kemudian terjadi tukak, dimana tukak ini menjadi inti pembentukan batu, sebagai tempat menempelnya partikel-partikel batu pada inti tersebut. c. Perubahan pH atau adanya koloid lain di dalam air seni akan menetralkan muatan dan meyebabkan terjadinya pengendapan. Kecepatan tumbuhnya batu tergantung kepada lokasi batu, misalnya batu pada buli-buli lebih cepat tumbuhnya disbanding dengan batu pada ginjal. Selain itu juga tergantung dari reaksi air seni, yaitu batu asam akan cepat tumbuhnya dalam urin dengan pH yang rendah. Komposisi urin juga akan mempermudah pertumbuhan batu, karena terdapat zat-zat penyusun air seni yang relatif tidak dapat larut. Hal lain yang akan mempercepat pertumbuhan batu adalah karena adanya infeksi. Batu ginjal dalam jumlah tertentu tumbuh melekat pada puncak papil dan tetap tinggal dalam kaliks, yang sampai ke pyelum yang kemudian dapat berpindah ke areal distal, tetap tinggal atau menetap di tempat dimana saja dan berkembang menjadi batu yang besar.
D. PATHWAY
Penurunan intake cairan Statis urin Infeksi saluran kemih Renal/ginjal Konsentrasi larutan urin Kristalisasi mineral dari matriks seputar Obstruksi sal kemih prsial/total Batu ginjal/urolithiasis Ureter/ureterolithiasis Vesikolithiasis auaretrolithiasis Perubahan pola eliminasi BAK Operasi terbuka Resti infeksi Port de entrée mikroorganisme Kurang informasi Kurang pengetahuan ttg kondisi penyakitnya Ggn rasa nyaman: nyeri hipotalamus Merangsang nociseptor
E. KOMPLIKASI
Jika batu dibiarkan dapat menjadi sarang kuman yang dapat menimbulkan infeksi saluran kemih, pylonetritis, yang pada akhirnya merusak ginjal, kemudian timbul gagal ginjal dengan segala akibatnya yang jauh lebih parah.
F. MANIFESTASI KLINIS
a) Disamping adanya serangan sakit hebat yang timbul secara mendadak yang berlangsung sebentar dan kemudian hilang tiba-tiba untuk kemudian, timbul lagi, disertai nadi cepat, muka pucat, berkeringat dingin dan tekanan darah turun atau yang disebut kolik, dapat pula disertai rasa nyeri yang kabur berulang-ulang di daerah ginjal dan rasa panas atau terbakar di pinggang yang dapat berlangsung beberapa hari sampai beberapa minggu. Hematuri dapat juga terjadi apabila terdapat luka pada saluran kemih akibat pergeseran batu.
b) Bila terjadi hydronefrosis dapat diraba pembesaran ginjal. Urin yang keruh dan demam akan juga dialami penderita batu ginjal. Demam menandakan infeksi penyerta. Jika terjadi penyumbatan saluran kemih menyeluruh, suhu tubuh bisas mendadak tinggi berulang-ulang. c. Anuria akan terjadi jika ada batu bilateral atau jika hanya ada satu ginjal penderita.
G. PENGKAJIAN FOKUS
1) Data Subjektif Rasa nyeri (kolik renal) merupakan gejala utama pada episode akut dari calculus renal. Lokasi rasa nyeri tergantung kepada lokasi dari batu. Bila baru berada dalam piala ginjal, rasa nyeri adalah akibat dari hidronefrosis yang rasanya lebih tumpul dan sifatnya konstan, terutama timbul pada sudut costovertebral. Bila batu berjalan di sepanjang ureter rasa nyeri menjadi menghebat dan sifatnya intermiten. Disebabkan oleh spasme ureter akibat tekanan batu. Rasa nyeri menyelusuri jalur anterior dari ureter turun ke daerah supra pubis dan menjalar ke eksternal genetalia. Seringkali batu diam-diam dan tidak menimbulkan gejala-gejala selama beberapa tahun, dan ini sungguh-sungguh terjadi pada batu ginjal yang sangat besar. Batu yang sangat kecil dan halus bisa berlalu tanpa disadari oleh orangnya. Mual dan muntah sering menyertai kolik renal.
2) Data Objektif Urin dipantau tentang terdapatnya darah. Gross hematuria/perdarahan segar bisa tejadi bila batu pinggir-pinggirnya runcing dan juga bisa terjadi mikrohematuri. Bila diduga terdapat batu, semua urin bisa disaring untuk menentukan terdapatnya batu yang bisa keluar waktu berkemih. Pola berkemih di catat, karena berkemih sering tapi sedikit-sedikit sekali. Asiditas atau kalkalisan urin diperiksa dengan kertas PH/kertas lakmus.
H. DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN INTERVENSI
1. Gangguan rasa nyaman: adanya rasa nyeri yang berlebihan pada daerah pinggang b.d adanya batu pada daerah yang sempit pada ureter atau pada ginjal. Data penunjang: ¬ Letih yang berlebihan ¬ Lemas, mual, muntah, keringat dingin ¬ Pasien gelisah Tujuan: Rasa sakit dapat diatasi/hilang. Kriteria: • Kolik berkurang/hilang • Pasien tidak mengeluh sakit • Pasien dapat beristirahat dengan tenang. Rencana Tindakan ¬ Kaji intensitas, lokasi dan area serta penjalaran dari rasa sakit ¬ Observasi adanya abdominal pain ¬ Jelaskan kepada pasien penyebab dari rasa sakit ¬Anjurkan pasien banyak minum ¬ Berikan posisi serta lingkungan yang nyaman ¬ Ajarkan tehnik relaksasi, teknik distorsi serta guide imagine untuk menghilangkan rasa sakit tanpa obat-obatan. ¬ Kerjasama dengan tim kesehatan: • Pemberian obat-obatan narkotika • Pemberian anti spasmotika
2. Perubaha pola eliminasi b.d adanya obstruksi (calculi) pada renal atau pada uretra. Data Penunjang: • Urine out put < 50 cc perjam • Daerah perifer dingin pucat • Tensi < 100/70 mmHg • Nadi > 120 x permenit • Pernapasan > 28 x permenit • Pengisian kapiler > 3 detik Tujuan: Gangguan perfusi dapat diatasi Kriteria: • Produksi urine 30-50 cc perjam • Perifer hangat • Tanda-tanda vital dalam batas normal • Pengisian kapiler < 3 detik Rencana Tindakan - Observasi tanda-tanda vital - Observasi produksi urine setiap jam - Observasi perubahan tingkat kesadaran - Kerjasama dengan tim kesehatan: - Pemeriksaan laboratorium: kadae ureum/kreatinin, Hb, Urine HCT
3. Kurang pengetahuan tentang kondisi penyakitnya b.d kurang informasi Data penunjang: Pasien menyatakan belum memahami tentang penyakitnya Pasien kurang kooperatif dalam program pengobatan Tujuan : Pengetahuan pasien tentang penyakitnya meningkat Kriteria : • Pasien memahami tentang proses penyakitnya • Diskusikan tentang proses penyakitnya Rencana Tindakan : - Kaji tingkat pengetahuan pasien dan keluarga - Beri kesempatan pasien/keluarga untuk mengekspresikan perasaannya - Diskusikan pentingnya pemasukan cairan - Anjurkan pasien minum air putih 6-8 liter perhari selama tidak ada kontra indikasi - Batasi aktifitas fisik yang berat - Diskusikan pentingnya diet rendah kalsium - Kerjasama dengan tim kesehatan: ¬ Diet rendah protein, rendah kalsium dan posfat ¬ Pemberian ammonium chlorida dan mandelamine
4. Resti infeksi berhubungan dengan port de entrée mikroorganisme melalui luka operasi. Tujuan : Tidak terjadi infeksi Kriteria hasil : ¬ Meningkatkan waktu penyembuhan dengan tepat, bebas dari drainase purulen/eritema, dan tidak demam ¬ Menyatakan pemahaman penyebab faktor resiko ¬ Menunjukkan teknik, perubahan pola hidup untuk menurunkan resiko Intervensi: - Catat karakteristik urine, dan perhatikan apakah perubahan berhubungan dengan keluhan nyeri pinggul. - Tes pH urine dengan kertas Nitrazin - Laporkan penghentian aliran urin tiba-tiba. - Observasi dan catat drainase luka, tanda inflamasi insisi, indikator sistemik sepsis. - Ganti balutan sesuai indikasi, bila memakai. - Kaji area lipatan kulit di paha, perineum - Awasi tanda vital

Sunday, June 14, 2009

UROLITHIASIS

A. DEFINITION
Urolithiasis is an emergency of a cumulation oksalat, calculi (kidney stones) in the ureter or the kidney area. Symptoms of excessive pain in the waist, Nausea, vomiting, fever, hematuria. More occurred in men dibanging women 3:1 in comparison with the age of 30-60 years. Urine color, such as snoring or red tea.

Vesikolithiasis (bladder stones) there is a stone in the bladder. Vesikolithiasis refers to the stone / kalkuli in vesika urinaria. Stone formed in the funnel urinal (vesika urinaria) when the thickness of the substance of urine, the calcium oksalat, calcium phosphate, acid strand of improvement. Stone urinal (urolithiasis) can arise at various levels of the system urination (kidney, ureter, bladder), but the most frequently found in the kidney (nephrollihiasis). Approximately one third of individuals who suffer at the channel will chew up the nomination dijangkiti the kidney.

B. Etiology
Theory of the formation of stones: 1). Theory core (nucleus): crystal and a foreign object is settling in urin crystals that have been experienced supersaturasi. 2) Theory matrik Matrik organic or derived from serum protein-protein provides the possibility urin crystal precipitation. 3) crystallization inhibitor Theory: Some substance in urin prevent the occurrence of crystallization, a concentration or occurrence of absennya allows crystallization. Almost half of the cases of stone in the urinal is idiopatik. Factors that influence the process of kalkuligenesis or the formation of stones in the vesika urinaria, among others: the flow of water ¬ Disorders urine / obstruksi static and Disturbances metabolism urin ¬ ¬ channel urine infection by microorganisms powerless to make urease (Proteus Mirabilis). Channel urine infection can cause kidney nekrosis network or other channels urine (vesika urinaria) and will be the core of the formation of stone lines urine. ¬ ¬ foreign Benda died Network (nekrosis papil) ¬ Sex Data indicate that the stone channel more urine found in the male. ¬ The descendants of a family member with a channel stone chew have more opportunity to have a stone channel urine from the other. ¬ have drinking water diuresis with how much water will reduce the possibility terbentuknya stone, while less water when the level of all substances in urin akan akan simplify and increase the formation of stones. According to the saturation water content, especially calcium mineralnya estimated influence terbentuknya ureter stones. ¬ Workers Employment-workers a lot of hard labor such as moving and farmers will reduce the likelihood of a stone channel urine when compared with many workers who are seated. ¬ Food Society consume a lot of animal protein morbiditas number decreased ureter stones, while the people with low socio-economic condition more often. Population vegetarian meals that are less white eggs often suffer stone urine channel (vesika urinaria dab uretra). ¬ Temperature is the bersuhu spent a lot of heat causing perspiration, will reduce the production of urin and easier formation of stone lines urine.

C. PATOFISIOLOGI
Stone in the urinal obstruksi lines derived from the urine, may occur only obstruksi partial or complete. Obstruksi can become a full hidronefrosis with the signs and symptoms. Patofisiologisnya process is mechanical. Urolithiasis is the crystallization of minerals from the surrounding matrix, such as pus, blood, a network that is not vital, tumor or blood vessel. Increasing the concentration of the solution due urin low fluid intake and also increase the organic materials due to static ISK or urin, mensajikan digs for the formation of stones. Add in the infection to increase basahan urin (Amonium by production), which result in presipitasi calcium phosphate and magnesium phosphate Amonium. Renalis calculus composition and the factors that are encouraging: No composition / type of stone supporting factors / causes of Calcium 1 (oksalat and phosphate) Hiperkalsemia Hiperkasiuri Impact of Vitamin D Hiperparatiroidisme Intoksikasi dislocated a severe disease Asidosis Tubulus Renalis Intake steroid purine Ph urin high Low urine volume and 2 acid urin (Gout) Diet and high purine ph urin low urin Volume 3 low xanthine Cystinuria and Cystine impact of genetic disruption of amino acid metabolism and mechanisms of formation of xanthineuria kidney stones or urine channel is not known exactly, but some the book is the stone could be caused by the following: a. There is presipitasi salt-soluble salt in the urine, when urine is saturated precipitation will occur. b. There is a core (nidus). For example there is infection then occurs tukak, which is the core tukak stone formation, as the place menempelnya particles on the stone's core. c. Changes in pH or any other colloid in urine will neutralize meyebabkan load and the occurrence of precipitation. Speed of growth depends on a stone to stone location, such as a stone jar on the faster growth of the disbanding of kidney stones. It also depends on the reaction of the urine, that is stone sour akan rapid growth in urin with a low pH. Urin composition will also facilitate the growth of stones, because there are substances-substances in urine that it can not be relatively late. Another thing that will accelerate the growth is due to a stone infection. Kidney stones in a certain amount to grow attached to the top of the papil and remain in kaliks, who came to pyelum which can then move to the distal area, remain or settle in a place where any time and developed into a large stone.

D. PATHWAY
Decrease in fluid intake Static urin urine infection channel Renal / kidney concentration urin solvent crystallization of mineral matrix surrounding Obstruksi sal urine prsial / total kidney stone / urolithiasis Ureter / ureterolithiasis Vesikolithiasis auaretrolithiasis Changes elimination pattern BAK Operation open Resti infection Port entrée de micro Poor information Poor knowledge conditions does it feel comfortable Ggn: painful hipotalamus stimulate nociseptor
E. Complications
If the stone is left can be a breeding bacteria that can cause urine infection channel, pylonetritis, and ultimately, kidney damage, kidney failure and then emerged with all the consequences that are far more severe.
F. Clinical manifestations
a) In addition to the severe pain attacks that occur in a sudden take a moment and then suddenly disappear and then, reappear, along with rapid pulse, pallor, cold sweat and blood pressure down or called kolik, also accompanied by pain that blurred repeatedly in the kidney and the feeling of hot or burned at the waist that can take several days to several weeks. Hematuri can also occur when there is a wound in urine due to channel shifting stones.
b) When the going can be touched hydronefrosis kidney enlargement. Urin fever and a turbid akan also experienced kidney stone sufferer. Fever indicates infection broadcaster. If a stoppage comprehensive channel urine, body temperature can suddenly high repeatedly. c. Anuria akan stones occur when there is bilateral or if there is only one kidney patients.


G. FOCUS
1) Data subjective pain Pain (kolik renal) are the main symptoms of the acute episode of renal calculus. Location of pain depends on the location of the stone. When the trophies are in a new kidney, pain is the result of more hidronefrosis that it is dull and constant, especially arising in the costovertebral angle. When you walk along stone ureter pain increase and are becoming intermiten. Caused by pressure due spasme ureter stones. Pain along anterior path of the ureter down to the supra pubis and crawling to external genetalia. Often the quiet stone and do not cause symptoms for several years, and this indeed occurred in the kidney stone is very large. Stone which is very small and can be fine unwittingly passed by the person. Nausea and vomiting often accompany the kolik renal.
2) Objective data Urin monitored blood on there. Gross hematuria / fresh bleeding happens when the stones can be edge-tapering pinggirnya and can also occur mikrohematuri. If there is a stone is suspected, all urin be filtered to determine there is a stone that can be out of time berkemih. Pattern berkemih recorded, because berkemih but often a little bit once. Asiditas or kalkalisan urin checked with PH paper / litmus paper.


H. Nursing diagnosis AND INTERVENTIONS
1. Interference feeling comfortable: there is excessive pain in the waist area of the stone bd on a narrow area in the ureter or the kidney. Data support: ¬ ¬ weary of excessive weakness, nausea, vomiting, cold sweat ¬ nervous patients Destination: Pain can be sick / lost. Criteria: • Kolik reduced / lost • Patients do not complain illness • Patients can rest quietly. Action Plan ¬ Kaji intensity, location and area and the spreading of pain ¬ Observation of abdominal pain ¬ Explain to the patient the cause of pain patients Suggest ¬ ¬ Please drink a lot of positions and a comfortable environment ¬ Teach relaxation techniques, distortion and techniques to imagine a guide eliminate pain without drugs. ¬ cooperation with the health care team: • The provision of drugs The anti-drug addict • spasmotika
2. Perubaha pattern of elimination obstruksi bd (calculi) in the renal or the uretra. Supporting Data: • Urine out put <50 cc perjam • Regional perifer pale cold blood • <100/70 mmHg • Nadi> 120 x permenit respiratory •> 28 x permenit • Charging capillary> 3 seconds Objectives: Disturbances perfusi can be overcome Criteria: • 30-50 cc urine production perjam • • Perifer warm vital signs in the limit of normal • Charging capillary <3 seconds Action Plan - Observation vital signs - Observed urine production per hour - Observed changes in the level of awareness - Cooperation with the health care team: -- laboratory examination: kadae ureum / kreatinin, Hb, HCT Urine


3. Lack of knowledge about the condition of the disease less bd Data supporting information: Patients not claim to understand about the disease in patients less cooperative treatment program Purpose: Knowledge about the disease patients increased Criteria: • Patient understanding of disease processes • Discuss the process of the Action Plan of the disease: - Kaji level knowledge patients and families - an opportunity to patients / families to express perasaannya - Discuss the importance of infusion fluids - Suggest white patients to drink 6-8 liters of water per day for no contra indications - Limit physical activity weight - Discuss the importance of low-calcium diet - Cooperation with the health team : ¬ Diet low protein, low calcium and posfat ¬ chlorida of ammonium and mandelamine
4. Resti infections associated with microorganisms entrée de port through the operation wound. Goal: No infection occurred Criteria results: ¬ Improve healing time with the right, free from drainage purulen / eritema, and no fever ¬ says the cause of the risk factors ¬ Demonstrating techniques, changes in living patterns to reduce the risk intervention: - Record the characteristics of urine, and note whether the changes relate to the pain complaint pinggul. - Test urine with pH paper Nitrazin - Report a halt the flow of urin abruptly. - Observation and record wound drainage, signs inflamasi insisi, the systemic sepsis. - Replace the bandage according indication, when wearing. - Kaji area in the thigh skin fold, perineum - Awasi vital signs